Pers Menggerakkan Aksi, Menteri Kehutanan Turun Langsung Tanam Mangrove di Pesisir Bintan

Bintan514 Dilihat

Bintan Kepri — Beritainvestigasi.com Pesisir Sungai Tiram, Desa Penaga, Kabupaten Bintan, bersiap menjadi titik temu antara kepedulian pers, kekuatan masyarakat, dan kehadiran negara. Pada 8 Februari 2026, Menteri Kehutanan Republik Indonesia Raja Juli Antoni dijadwalkan hadir langsung untuk mengikuti aksi penanaman mangrove bersama insan pers dan warga pesisir.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang digagas Komunitas Jurnalis Kepri (KJK Kepri). Berangkat dari kesadaran bahwa persoalan lingkungan tidak cukup hanya diberitakan, KJK Kepri memilih menghadirkan aksi nyata di lapangan sebagai bentuk tanggung jawab sosial pers.(2/2/2026)

Kehadiran Menteri Kehutanan ke Sungai Tiram bukan agenda seremonial kementerian, melainkan hasil dari inisiatif pers yang berhasil mengangkat isu lokal ke panggung nasional. Dari ruang redaksi, jurnalis Kepri bergerak ke pesisir—menjadikan lingkungan sebagai agenda bersama.

Pesisir Terluka, Harapan Dipulihkan

Kawasan Sungai Tiram telah lama menghadapi tekanan ekologis. Sekitar 100 hektare lahan bekas tambak yang terbengkalai sejak tahun 2010 menyebabkan kerusakan ekosistem, abrasi pantai, serta meningkatnya kerentanan wilayah pesisir. Kondisi ini berdampak langsung pada kehidupan masyarakat yang bergantung pada sumber daya laut.

Kesadaran akan kondisi tersebut mendorong KJK Kepri memilih Sungai Tiram sebagai lokasi aksi penanaman mangrove. Bagi KJK, langkah ini bukan simbol semata, melainkan bagian dari upaya pemulihan ekosistem yang telah lama diperjuangkan masyarakat setempat.

Sejak 2012, warga Sungai Tiram telah merintis rehabilitasi mangrove, bahkan melibatkan mitra lingkungan dari luar negeri. Namun keterbatasan dukungan membuat gerakan tersebut memerlukan kolaborasi yang lebih luas dan berkelanjutan.

“Kami ingin memastikan isu lingkungan pesisir tidak berhenti sebagai headline, tetapi menjadi gerakan bersama yang berdampak nyata,” ujar Ketua Umum KJK Kepri, Ady Indra Pawennari.

Jurnalisme yang Hadir di Lapangan

Berbeda dari pola kegiatan formal, KJK Kepri lebih dahulu turun ke lokasi untuk melihat langsung kondisi pesisir Sungai Tiram. Penanaman mangrove dirancang tidak berhenti pada satu hari kegiatan, melainkan terintegrasi dengan upaya berkelanjutan yang sejalan dengan program nasional Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) dari Kementerian Kehutanan.

Bagi KJK Kepri, menghadirkan Menteri Kehutanan ke pesisir Bintan adalah bentuk nyata dukungan negara terhadap inisiatif masyarakat dan pers, bukan sekadar pencitraan.

“Yang kami bangun adalah keberlanjutan. Mangrove harus tumbuh, dan komitmen semua pihak harus dijaga,” tegas Ady.

Peran Pers, Lebih dari Sekadar Pemberitaan

Kehadiran Raja Juli Antoni di Desa Penaga akan menghadirkan potret berbeda: seorang menteri bekerja bersama jurnalis dan masyarakat di kawasan pesisir, tanpa sekat formalitas. Momen ini menjadi simbol bahwa pers dapat memainkan peran strategis sebagai penghubung antara aspirasi masyarakat dan kebijakan negara.

Bagi masyarakat Sungai Tiram, kehadiran pemerintah pusat merupakan pengakuan atas perjuangan panjang menjaga pesisir. Sementara bagi insan pers, kegiatan ini menegaskan kembali bahwa jurnalisme memiliki tanggung jawab sosial yang nyata, terutama dalam isu lingkungan dan keberlanjutan.

Menanam Hari Ini, Menjaga Masa Depan

Pada hari pelaksanaan, ribuan bibit mangrove akan ditanam di pesisir Sungai Tiram. Namun lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa menjaga lingkungan pesisir adalah tugas bersama—melibatkan pemerintah, masyarakat, dan pers.

Dari Desa Penaga, Bintan, Komunitas Jurnalis Kepri menyampaikan pesan tegas: pers tidak hanya mencatat peristiwa, tetapi juga ikut menanam harapan dan menjaga masa depan.

(A.Ridwan)


Catatan : Redaksi membuka ruang seluas-luasnya bagi pihak yang merasa dirugikan atas pemberitaan ini dengan menggunakan Hak Jawab sebagaimana diatur dalam UU No.40 Tahun 1999 tentang Pers.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *