Dari Tepian Pawan Membangun Peradaban, PSBM 2026 Jadi Panggung Kebangkitan Budaya Melayu Ketapang

Ketapang, Kalbar – Beritainvestigasi.com. Semangat pelestarian budaya Melayu kembali bergelora di Kabupaten Ketapang. Bertempat di Lapangan Olahraga RT 002, Desa Mensubang, Kecamatan Nanga Tayap, Pagelaran Seni Budaya Melayu (PSBM) Ketapang 2026 resmi dibuka pada Rabu malam (1/7/2026) dalam suasana khidmat dan penuh semangat kebersamaan.

Perhelatan tahun ini memiliki makna yang istimewa. Untuk pertama kalinya, Desa Mensubang dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan PSBM tingkat Kabupaten Ketapang, sebuah kehormatan yang sekaligus menjadi tonggak penting dalam upaya memperkuat eksistensi budaya Melayu di wilayah pedalaman.

Diselenggarakan atas inisiasi Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kecamatan Nanga Tayap, PSBM 2026 mengusung tema “Dari Tepian Pawan Membangun Peradaban”, sebuah tema yang merefleksikan tekad masyarakat Melayu untuk terus menjaga akar budaya sebagai fondasi membangun masa depan.

PSBM bukan sekadar agenda tahunan atau panggung hiburan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang bersama untuk merawat identitas budaya, memperkuat persatuan masyarakat, sekaligus menanamkan kebanggaan terhadap nilai-nilai adat yang diwariskan para leluhur.

Selama empat hari pelaksanaan, mulai 1 hingga 4 Juli 2026, masyarakat akan disuguhkan beragam atraksi budaya dan perlombaan tradisional yang sarat makna. Mulai dari Lomba Dendang Melayu, Syair Gulung, Lomba Memasak Kuliner Khas Melayu, Lomba Busana Melayu, Pangkak, Uri Gasing, hingga perlombaan Sampan Bidar yang selalu menjadi magnet perhatian masyarakat.

Selain menjadi panggung ekspresi budaya, PSBM juga menghadirkan stan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif masyarakat. Kehadiran pelaku usaha lokal diharapkan mampu meningkatkan perputaran ekonomi sekaligus memperkenalkan produk unggulan daerah kepada para pengunjung.

Di tengah derasnya arus modernisasi dan globalisasi, pelestarian budaya menjadi tantangan yang tidak ringan. Karena itu, PSBM hadir sebagai pengingat bahwa kemajuan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari kemampuan masyarakat menjaga jati diri, merawat nilai-nilai luhur, serta mewariskan kearifan lokal kepada generasi penerus.

Melalui pagelaran ini, diharapkan semangat mencintai budaya Melayu semakin tumbuh di kalangan generasi muda, mempererat persaudaraan antarwarga, sekaligus membuka peluang pengembangan pariwisata budaya yang mampu mengangkat nama Kabupaten Ketapang di tingkat regional maupun nasional.

Warisan budaya adalah identitas yang tidak ternilai harganya. Menjaganya bukan hanya tanggung jawab para tokoh adat, melainkan kewajiban seluruh elemen masyarakat. Dari tepian Sungai Pawan, semangat membangun peradaban melalui budaya kembali dinyalakan, sebagai pengingat bahwa Ketapang akan semakin maju ketika pembangunan berjalan seiring dengan pelestarian jati diri dan nilai-nilai budaya. Vr


Catatan : Redaksi membuka ruang seluas-luasnya bagi pihak yang merasa dirugikan atas pemberitaan ini dengan menggunakan Hak Jawab sebagaimana diatur dalam UU No.40 Tahun 1999 tentang Pers.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *