oleh

Analisis Dampak Kebijakan Pemerintah Dalam Proses Karantina 238 WNI Di Natuna

Tanjungpinang – Beritainvestigasi.com. Baru baru ini dunia sempat dihebohkan dengan tersebarnya penyakit mematikan. corona virus yang berasal dari China tepatnya di Kota Wuhan, Hubei. Tersebarnya virus corona ini mampu membuat geger masyarakat bahkan negara dan dunia. Dari masing masing negara belahan dunia mereka mempunyai cara tersendiri dalam mengantisipasi virus corona ini.
Agar tidak tersebar luas di masing masing Negara. Salah satunya adalah negara Indonesia. Pemerintah Indonesia sendiri mengambil langkah untuk memulangkan 238 WNI dan 1 orang WNA dari Wuhan ke Indonesia untuk dilakukan proses Karantina atau Observasi yang akan ditempatkan di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, selama dua pekan. Hal ini dilakukan guna memastikan tidak ada satupun dari mereka yang terinfeksi Virus Corona, Dalam pemulangan WNI dari China ke Indonesia yang akan di observasi di Kabupaten Natuna ini sempat terjadi kontrasepsi dari masyarakat setempat. Yang tidak ingin daerah mereka dijadikan tempat Karantina WNI dari China karena menurut masyarakat setempat di khawatirkan akan terjangkit Virus mematikan corona yang di bawa oleh WNI asal China tersebut. Berulang kali aksi demo yang dilakukan masyarakat sekitar dengan anggota TNI yang berjaga tak mampu mengubah kebijakan pemerintah untuk tetap memulangkan 238 WNI dari China ke Indonesia yang akan di kirimkan ke Kabupaten Natuna untuk di karantina.
Pemerintah memulangkan 238 WNI ke Indonesia dan di pilih tempat karantina di Kabupaten Natuna ini bukan tidak beralasan. Kebijakan yang di buat oleh pemerintah tentu punya konsekuensi yang telah dipikirkan oleh pemerintah sendiri dan kebijakan itu juga dibuat untuk kepentingan Rakyat nya.
“Dipilihnya Kabupaten Natuna sebagai Tempat karantina WNI dari China ini karena disinilah terdapat gabungan atau pangkalan Milliter yang lengkap dan memiliki fasilitas Rumah sakit yang dikelola oleh Tiga angkatan Dokter. yaitu TNI angkatan darat, TNI angkatan Laut, dan TNI angkatan Udara. Yang berdekatan dengan ruang isolasi yang akan ditempati oleh 238 WNI dari China” (kata Panglima TNI Hadi Tjahjanto.

Proses karantina ini bertujuan untuk Memastikan Bahwa tidak adanya WNI yang terkena Virus corona. Bahkan sebelum di pulangkan ke Indonesia pun 238 WNI ini sudah dicek terlebih dahulu bahwa mereka bebas dari virus corona, Sehingga masyarakat tak perlu risau. Selain hasil tes yang negatif para WNI yang dipulangkan dari china ini juga akan di evakuasi oleh para tenaga medis dari gabungan tiga angkatan yang akan mengatasi, Karena jika tidak di buat karantina seperti ini apabila ada yang terjangkit Virus corona lalu mereka pulang ke keluarga maasing masing maka akan lebih banyak jumlah korban yang akan terjangkit oleh virus Corona ini. Untuk bisa lebih memastikannya maka dilakukan lah karantina selama 2 pekan di Kabupaten Natuna.

Langkah Pemrintah dalam menyelamatkan warganya dari ancaman wabah viru corona yang merebak diwilayah Republik Rakyat Tiongkok ini menuai pujian dari Badan World Health Organization atau WHO. Dikatakan, “pemerintah Indonesia sudah sangat baik dalam menangani dan melayani mereka yang di evakuasi dari Tiongkok terkait Corona”,(ungkap paranietharan).
Sempat meragukan penangan medis Di Indonesia karna di anggap tidak bisa mendeteksi virus corona karena belum ada Warga Negara Indonesia yang sampai saat ini terjangkit virus corona. Namun akhirnya. WHO mengatakan Penanganan Pemerintah Indonesia kepada warganya sudah melalui proses yang tepat sesuai rekomendasi protokoler WHO, guna memastikan para WNI dalam keadaan sehat sebelum dipulangkan kerumahnya masing-masing. Bahkan WHO juga mengingatkan warga Indonesia agar tidak perlu khawatir terhadap kehadiran mereka yang kembali pulang ke kampung halamannya.

Semoga kita semua selalu dalam lindungan allah yang maha kuasa dan selalu di beri kesehatan aamiin yrab.

Penulis : Riski Fitriyani Mahasiswa Semester 6 Kampus Stisipol Tanjupinang

Sumber foto : Detiknews,com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed