Ketapang, Kalbar – Beritainvestigasi.com. Bupati Ketapang meresmikan Teduh Coffee, sebuah kedai kopi baru di Kabupaten Ketapang yang diharapkan tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga menjadi ruang diskusi positif, wadah silaturahmi, serta penggerak ekonomi kreatif daerah.
Prosesi peresmian ditandai dengan pemotongan pita secara simbolis yang dilanjutkan dengan peninjauan seluruh area kafe. Kehadiran Teduh Coffee dinilai menjadi bagian dari tumbuhnya sektor usaha kuliner dan ekonomi kreatif yang terus berkembang di Kabupaten Ketapang.
Dalam sambutannya, Bupati Ketapang menyampaikan apresiasi kepada para pelaku usaha yang terus berinvestasi dan berkontribusi dalam mempercantik wajah kota sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Daerah Kabupaten Ketapang, saya mengucapkan selamat dan sukses atas Grand Opening Teduh Coffee. Terima kasih telah hadir dan menambah semarak Kota Ketapang,” ujarnya.
Makna Filosofis Nama Teduh
Bupati menilai nama “Teduh” memiliki makna yang mendalam dan relevan dengan kondisi sosial masyarakat saat ini. Menurutnya, kata teduh menggambarkan kesejukan, kedamaian, dan ruang yang mampu mempertemukan berbagai kalangan untuk berdiskusi serta mencari solusi bersama.
Ia berharap Teduh Coffee dapat menjadi tempat yang nyaman bagi masyarakat untuk bertukar pikiran, memperkuat kebersamaan, dan membangun komunikasi yang sehat.
“Ketika suasana di luar terasa panas, kita bisa datang ke sini untuk mencari kesejukan, berdiskusi, dan menemukan jalan keluar bersama. Itulah makna teduh yang sesungguhnya,” katanya.
Ubah Budaya Nongkrong Menjadi Ruang Solusi
Bupati juga menilai budaya ngopi dan bersosialisasi yang tumbuh di tengah masyarakat Ketapang merupakan modal sosial yang sangat berharga. Menjamurnya warung kopi dan kafe dinilai menjadi bukti bahwa masyarakat memiliki semangat kebersamaan yang kuat.
Menurutnya, ruang publik seperti Teduh Coffee dapat menjadi jembatan komunikasi dalam menghadapi berbagai persoalan sosial maupun ekonomi yang berkembang di masyarakat.
“Masyarakat Ketapang, baik di pedalaman maupun pesisir, mayoritas menggantungkan hidup pada sektor sawit. Dengan komunikasi yang baik dan kebersamaan yang terjaga, saya percaya tidak ada persoalan yang tidak bisa diselesaikan,” tuturnya.
Tempat Ngopi Tanpa Sekat
Sementara itu, Owner Teduh Coffee, Theo Bernardi, mengatakan bahwa kedai kopi tersebut dibangun dengan konsep inklusif yang terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Tempat ini lahir dari keinginan sederhana agar siapa pun bisa datang tanpa sekat. Selain menjadi tempat ngopi, kami berharap Teduh Coffee dapat menjadi ruang silaturahmi dan ruang diskusi yang melahirkan ide-ide positif untuk kemajuan Kabupaten Ketapang,” ujarnya.
Peresmian Teduh Coffee menjadi simbol tumbuhnya optimisme sektor ekonomi kreatif dan usaha kuliner di Ketapang. Kehadirannya diharapkan mampu menghadirkan ruang publik yang produktif, memperkuat interaksi sosial, serta mendorong lahirnya gagasan-gagasan positif bagi kemajuan daerah.(Red)













