oleh

Bupati Lingga Berharap, 75 Kades Terpilih Bekerja dengan Maksimal Melayani Masyarakat.

Lingga, Kepri – Beritainvestigasi.com. Sebanyak 75 Kepala Desa hasil pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak 2020 telah diambil sumpah jabatan. Pelantikan dilakukan oleh Wakil Bupati Lingga, Neko Wesha Pawelloy, di halaman Kantor Bupati Lingga. Senin (30/08/2021).

Proses pelantikan dilakukan secara langsung dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat. Sebelum kegiatan, setiap kepala desa wajib melakukan swab antigen. Dari hasil itu ada dua kepala desa yang akhirnya ikut pelaksanaan pelantikan secara virtual.

Bupati Lingga, Muhammad Nizar, dalam pidatonya menyampaikan, beberapa pesan yang harus menjadi perhatian mutlak setiap kepala desa yang telah diambil sumpah jabatan tersebut.

Pertama, dia meminta setiap kepala desa untuk lebih giat turun ke lapangan, memastikan pelayanan dan program kegiatan dilakukan atau dilayani tepat pada sasaran. Keharusan itu menurut Nizar sangat berpengaruh pada tingkat kepercayaan masyarakat pada tingkat kinerja kepala desa. Semakin baik pelayanan diberikan maka semakin meningkat kepercayaan masyarakat.

” Maka kepala desa semakin mudah menggerakkan semangat swadaya, semangat gotong royong, konsep desa membangun dan membangun desa. Desa kerja bersama dan desa bersama kerja,” jelas dia.

Dia juga meminta, pada kepala desa – kepala desa untuk mengendepankan semangat dan prinsip kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas, kerja tuntas, dan kerja berkualitas. Lakukan gerakan-gerakan inovatif pada roda pemerintahan, pembangunan dan pelayanan masyarakat, sebagai upaya mewujudkan visi misi desa yang disejalan dengan visi-misi daerah.

” Berkerja secara profesional dengan dedikasi dan loyalitas yang sepenuhnya untuk kemakmuran masyarakat dan kemajuan desa. Tanpa memandang aspek apapun,” harap dia.

Kemudian dia mengajak kepala desa segera merangkul kembali persatuan, dan mengkonsolidasikan agar tercipta situasi tetap kondusif. Yang pada pemilihan kemarin sempat terkotak-kotak karena beda pilihan.

“Rajut dan tenun semangat satu dalam Bhinneka Tunggal Ika dalam persatuan di tengah-tengah masyarakat,”

Seorang kepala desa kata Nizar, harus menjadi sosok pemimpin dan teladan bagi masyarakat dalam hal pengelolaan dana desa, yang harus dijalankan secara transparan, akuntabel, parsipatif dan dilakukan secara tertib dan disiplin anggaran. Hal ini penting karena anggaran yang cukup besar, maka itu penuh kehati-hatian.

“Kami tidak ingin ada satupun kepala desa yang hari ini dilantik terjerat hukum. Karena mengkriminalisasi dana desa. Atau hal lain yang bertentangan dengan regulasi. Kepala desa harus menjunjung tinggi tugas dan kode etik,” pinta dia.

Menurutnnya, berkoordinasi itu penting. Apalagi desa dengan wilayah yang potensial menjadi bakal menjadi tempat yang dilirik para investor. Oleh karena itu, harapnya kepala desa tidak mengambil keputusan sendiri, setidaknya ada koordinasi dengan daerah, minimal kecamatan.

“Saya tidak mau pengalaman yang sudah-sudah terulang lagi. Ada desa yang main akhir-akhir terjebak dengan kebijakan sendiri,” jelas dia.

Kepada kepala desa Dia juga meminta untuk menanamkan jiwa kompetisi, terutama dalam kompetisi demi mempercepat kemajuan dan pembangunan di desa masing-masing. Ada persaingan antara desa satu dengan desa lainnya untuk kemajuan desa. Dengan harapan desa bisa menciptakan satu keunggulan kompetitif maupun komperatif masing-masing, dengan istilah “One Village One Produk”.

“Kemudian saya meminta, pantau dan awasi setiap kegiatan pembangunan baik dari kecamatan, Kabupaten, Provinsi maupun Nasional yang ada di desa masing-masing, agar pelaksanaan tidak ada penyimpangan, dan akhirnya berdaya guna bagi masyarakat. Segera laporkan secara berjenjang bila ada hal yang bertentangan dengan ketentuan,” ucapnya

Terakhir pesan Bupati kepada kepala desa, untuk bisa menganggarkan dana kegiatan dari APBDes, untuk program-program penanganan Covid-19. Dan menyinggung soal program vaksinasi, dia meminta kepada 12 desa yang belum melakukan vaksinasi sama sekali, agar segera melakukannya di desa masing-masing.  (Red).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed