Dengarkan Keluhan Pelaku Usaha, Anggota DPRD Bintan, Hasriawady Berharap Pelabuhan Dibuka

Bintan, Kepri – Beritainvestigasi.com. Setahun lamanya pelabuhan Kijang tidak beroperasi. Hal ini membuat para pelaku usaha sekitar pelabuhan angkat bicara.

Diketahui, penumpang menuju Batam, Belinyu, Belawan, Kupang, Letung, Larantuka, Lewoleba, Maumere, Makasssar, Midai, Natuna, Pontianak, Serasan, Surabaya, Tarempa, Tanjungpriok, dan sebaliknya tidak lagi singgah di Kijang.

Para pelaku usaha, supir taksi, ojek, buruh pelabuhan, hingga pedagang asongan sekitar pelabuhan pun kehilangan mata pencaharian.

Seperti halnya salah satu pemilik rumah makan, Lukman di area pelabuhan mengaku mengeluh tidak adanya pendapatan harian.

“Sebenarnya kita sabar dan maklum karena covid ini, namun kita minta pelabuhan perjalanan luar Kepri dibuka, karena di Batam dan dimanapun buka, timbul kecemburuan di kami, kenapa Kijang belum ada persiapan,” ucapnya kepada awak media, Senin (14/06/2021).

Ia mengatakan, selama ini pendapatan menurun drastis, bahkan pedagang asongan lainnya harus memutar otak dengan menjajakan dagangannya dari rumah ke rumah warga.

“Sedangkan pelabuhan dibuka aja kami masih kurang, apalagi ditutup bisa mas bayangkan aja. Kami hanya minta solusi dan pengertian saja,” tegasnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Bintan, Hasriawady langsung menampung keluhan para pelaku usaha tersebut. Hasriawady mengatakan, seharusnya Pemerintah tidak keberatan jika jalur persinggahan pelabuhan kapal Pelni tersebut dioperasikan seperti sedia kala, namun tetap mengedepankan Protokol Kesehatan (Prokes) sebagaimana mestinya.

“Tentunya saya berharap pelabuhan ini harus di buka, perputaran ekonomi terpuruk berharap ada pemasukan, salah satunya dengan membuka pelabuhan,” ujarnya Anggota DPRD Bintan ini

Lebih lanjut dirinya mengatakan, persoalan ini akan secepatnya ditindaklanjuti ke pihak-pihak terkait.

“Kami akan meminta kesiapan Pelindo dan Pelni terkait ketersediaan prokes, untuk mengatur agar kapal bisa singgah, membangkitkan kembali betapa sulitnya ekonomi masyarakat yang terdampak,” pungkasnya.

( Pyo )


Catatan : Redaksi membuka ruang seluas-luasnya bagi pihak yang merasa dirugikan atas pemberitaan ini dengan menggunakan Hak Jawab sebagaimana diatur dalam UU No.40 Tahun 1999 tentang Pers.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *