
Pematangsiantar, Sumatera Utara- Beritainvestigasi.com Tak terbendung, usai ketua KSPSI Kota Pematangsiantar/ Simalungun menyebut telah bersurat secara resmi kepada pimpinan PLN UP3 Kota Pematangsiantar, puluhan massa yang tergabung dalam aksi solidaritas buruh Federasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), pada Selasa, 12/5 akhirnya menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor PLN UP3 Kota Pematangsiantar. (13/5)
” Kami juga sebelumnya telah secara resmi menyurati pimpinan PLN UP3 Kota Pematangsiantar, dan hari ini kami turun ke jalan untuk menyuarakan ketidak adilan yang menimpa salah satu buruh yang bekerja dibawah PLN ini” ujar Arif Sitanggang melalui pengeras suara dihadapan sejumlah buruh, awak media dan juga pihak aparat keamanan yang telah berjaga dilokasi
Aksi tersebut diklaim bagian dari keperdulian KSPSI terhadap nasib buruh atas permasalahan pemutusan hubungan kerja sepihak yang dialami seorang buruh bernama Sari Intan Siahaan yang telah mengabdi selama 28 Tahun
Dalam poin-poin tuntutannya Arif Sitanggang meminta agar menager PLN UP3 Kota Pematangsiantar kembali mempekerjakan saudari Sari Intan yang diberhentikan sepihak, tak cukup sampai disitu juga tehadap Sari Intan juga agar dipekerjakan kembali pada posisi sebelumnya
” Kami menuntut kepada pimpinan PLN UP3 Kota Pematangsiantar, Bapak Maneger Ramses Manalu agar Ibu Sari Intan Siahaan yang menjadi korban pemutusan kerja sepihak dapat dipekerjakan kembali pada posisi semula” ujar Arif
” Bukan hanya itu, kami juga meminta agar pimpinan PLN UP3 Kota Pematangsiantar ini diganti,” tambahnya bernada lantang
Namun pandangan massa sedikit terkonsentrasi kepada keberadaan Humas PLN UP3 Kota Pematangsiantar. Didampingi rekan sejawatnya, saat tengah berada didalam pagar, Humas PLN UP3 Kota Pematangsiantar yang diketahui bernama Ragil dan juga rekannya terlihat asik bermain gadget ditengah situasi massa aksi sedang menyampaikan tuntutannya
Sumber yang merupakan salah seorang anggota aksi kepada awak media seketika memberikan penilaian dengan menyebut jika Humas PLN tersebut seolah tidak memliki empati terhadap kondisi yang dirasakan oleh rekannya Sari Intan. (korban pemecatan sepihak/ red)
” Lihat itu bg, mereka (Humas PLN/ Red), ditengah kondisi didemo kayak gini aja masi sempat main-main Hp, Harusnya mereka dengarkan mulai awal hingga akhir apa yang disampaikan orator (orang yang menyampaikan orasi), supaya mereka pahami secara utuh apa yang menjadi permasalahan dan juga tuntutan massa ini,” ujarnya
” Kayak gak punya empati lagi orang itu (Humas PLN/ red), gak ada rasa kasiannya sama ibu Sari Intan ini, kayakamana kalau mereka yang diposisi Ibu Sari Intan ini.” Ujarnya menambahkan
Korban diduga pemutusan hubungan kerja sepihak, Sari Intan Siahaan dalam kesempatan tersebut merincikan bahwa dirinya diberhentikan tanpa melalui proses SP1 dan SP2, tapi langsung SP3 lalu kemudian pemutusan hubungan kerja
” Saya diberhentikan tanpa melalui prosedur yang benar, tidak ada SP1,SP2 dan langsung SP3 kemudian surat pemutusan kerja,” ujarnya
Menanggapi hal itu Humas PLN UP3 Kota Pematangsiantar Ragil dalam kesempatan yang sama mengklaim bahwa pihaknya selaku PLN UP3 Kota Pematangsiantar dalam hal ini tidak memiliki hubungan dengan ibu sari Intan, namun memilki hubungan kontrak dengan PT. Sanobar dan setelah dilakukan kordinasi kepada PT Sanobar bahwa PT. Sanobar menyebut telah melakukan pemecatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, selain itu terkait tawaran dari PT Sanobar kepada ibu juga telah ditawarkan kesempatan untuk berkarya kembali, namun itukan Pilihan ibu mau menerima atau tidak menerima. ” Terang Ragil selaku Humas PLN UP3 Pematangsiantar menyampaikan. (Red)















