
Air sungai keruh akibat kubangan warga mencari ikan(Menuba)
Kayong Utara, Kalbar – Beritainvestigasi.com, Diduga ada limbah Bauksit cemari aliran sungai Perawas, hal itu ternyata tidak benar setelah dilakukan pengecekan di lapangan, Minggu(06/08/2023)
Sebelumnya diberitakan beberpa media On-line bahwa yang menyebut “Limbah Bauksit PT. BGP Makin Mencemari Sungai di Sekitarnya”.
Dikutib dari media Mimbarkeadilan.com, terbit Kamis 03 Agustus 2023, menyebut: Tepat nya di Desa Lubuk Batu Dusun selubuk Rt 05 Perawas Kec. Simpang Hilir Kab. Kayong Utara Provinsi Kalbar kami selaku media Tajuk Jurnalis menemukan sebuah sungai yang tercemar oleh limbah bauksit.
Sungai tersebut bernama sungai empawang dan aliran sungai tersebut mengaliri Sungai besar Perawas.
Limbah Bauksit yang mengalir tersebut di duga limbah milik PT. Brata Guna Perkasa( BGP ) yang mengakibatkan sungai tercemar dan mengalami perubahan warna sehingga para pencari ikan/ nelayan susah mencari ikan karena kondisi air tersebut.
Air Keruh Bukan Limbah
Manager Operasional PT BGP, Saifin, saat dikonfirmasi membantah adanya limbah perusahaan yang mencemari aliran sungai seperti yang diberitakan.
Menurut Saifin, penyebab keruhnya air sungai akibat adanya aktifitas Warga yang melakukan penangkapan ikan.
” Keruhnya air di anak sungai yang mengalir itu, akibat adanya aktivitas warga yang mencari ikan, karena musim kering banyak yang menuba ikan, ” jelas Saifin.
Saifin memastikan tidak ada tanggul milik PT. BGP yang jebol maupun Bocor.
Di lain Pihak tokoh masyarakat yang bersentuhan langsung dengan aliran sungai Perawas menyebutkan, bahwa tidak ada limbah yang mencemari air sungai, melainkan keruhnya air karena ada warga yang menuba.
“Itu bukan limbah bouksit bang, tapi ada aktivitas masyarakat menuba ikan. Saya sudah cek ke lokasi tidak ada tanggul yang jebol maupun bocor, ” terang tokoh masyarakat setempat.
Senada dengan itu, Iskimo selalu Kontraktor di PT. BGP menjelaskan tidak ada kebocoran atau pun tanggul yang jebol.
” Tidak ada kebocoran tanggul atau tanggul yang pecah, setelah dapat informasi kita langsung cek lapangan, ” jelas Iskimo.
Iskimo mengatakan boleh saja di cros cek ke lapangan, karena memang tidak ada limbah yang tumpah atau mengalir.
” Air Sungai Perawas tidak ada tercemar limbah, boleh saja dicek ke lapangan, ” gumam nya.
Sementara dari pantau di lapangan memang tidak ditemui tanggul yang jebol maupun bocor yang dapat mengakibatkan tumpahnya limbah.
Ada aliran sungai yang memang tampak keruh airnya, namun bukan karena limbah akan tetapi karena aktivitas warga.
Penulis: Verry















