Eks Karyawan Buka Suara Dugaan Penipuan Direktur Yayasan Briton

Makassar,Sulsel – Beritainvestigasi.com Mantan Karyawati Briton, Fani, buka suara adanya dugaan penipuan terhadap H. Amirudin yang dilakukan oleh direktur Briton Makasar.

Fani menuturkan bahwa dirinya kenal dengan Andi Mila Cahyani alias Indri, karena pernah join/bergabung di yayasan milik nya.

” Saya mengenal Andi Mila Cahyani (Indri), karna perna join/gabung di yayasan nya beliau khusunya di management advertising/pemasaran Briton International School, “tutur Fani saat di temui awak media di rumah kediaman H. Amiruddin di Jalan Perintis kemerdekaan, Kamis(04/07/2024).

Fani menjelaskan sempat dipercaya H. Amiruddin untuk mengawasi bisnis kerjasama dengan Briton namun kepercayaann yang diberikan H. Amiruddin tidak bisa dijalan kan karena Hj. Indri tidak berkenan adanya Fani.

” Mengenai kerjasamanya H. Amiruddin dengan Briton saya tau. Waktu itu bahkan setelah saya memutuskan tidak lagi bergabung dengan yayasan mereka, lalu kemudian H. Amiruddin mempercayakan ke saya untuk mengontrol jalannya bisnis kerjasama ini, namun pada akhirnya saya tidak jadi menjalankan kepercayaan tersebut, di karenakan Hj. Indri keberatan dengan keputusan H. Amiruddin sampe beliau datang secara khusus menemui H. Amiruddin untuk meminta tidak ingin saya yang mengontrol proses/managerial kerjasama antara H. Amiruddin. Hingga pada akhirnya muncullah masalah, kemudian H. Amiruddin menemukan jawaban alasan bersangkutan bersikeras untuk tidak ingin saya yang kontroling bisnis berjalan sebagaimana mestinya, yang menurut Hj. Indri mereka tidak ingin diawasi dengan orang yang paham dan mengetahui betul product knowledge Briton ini, “papar Fani.

Menurut Fani, salah satu alasan dia mundur/resign dari yayasan milik Indri adalah tidak ada transparansi serta tidak comit dengan ketentuan.

” Selama bersama dengan Yayasan Briton, itulah yang menjadi salah satu alasan kenapa saya memutuskan untuk resign atau tidak lagi bergabung dengan mereka, karna di dalam management pemasaran ada sistem rewards, ada target & rewards, saya ingat sekali kami di team marketing pernah adakan event toefl Akbar di salah satu kampus besar dengan peserta toefl yang luar biasa serta target-target lainnya kala itu selalu tercapai, namun apa yang menjadi hak slalu dipending atau bahkan tidak diberikan sama sekali,” Tutup Fani.

Arman/Red

Sumber : (Fani).


Catatan : Redaksi membuka ruang seluas-luasnya bagi pihak yang merasa dirugikan atas pemberitaan ini dengan menggunakan Hak Jawab sebagaimana diatur dalam UU No.40 Tahun 1999 tentang Pers.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *