
Sumatera Utara- Beritainvestiasi.com Forum diskusi Mahasiwa anti korupsi Sumatera Utara (FDMAKSU), mengutuk pengerjaan normalisasi pengairan irigasi Batang Ilung arah tujuan Minang Mahimbau Sigama yang diduga asal dikerjakan. Jumat, 13/6/2025
” Berdasarkan laporan proyek pengerjaan Pengairan (Normalisasi) tersebut tercatat di bawah naungan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera Utara II. Jika mengaku pada jenis standarisasi pengerjaan sudah seharusnya sebelum dilakukan Normalisasi pengerukan terlebih dahulu di sediakan tempat pembuangan sedimen, dan sesudah pengerukan seharusnya di angkut ketempat yang sudah disediakantersebut. Faktanya, temuan dilapangan sedimen tersebut di tumpuk di pinggir Pengairan/Jalan,” Ujar Juna Siregar selaku kordinator FDMAKSU
” Tidak hanya itu, Bahkan pengerukan yang seharusnya dikerjakan dengan menggunakan Alat Berat PC 110(Power Crawler) ke atas, nyatanya di pakai PC 70 (Power Crawler), alhasil baket Beko tidak mencapai dasar irigasi. Mirisnya Lagi dampak dari pekerjaan tersebut mengakibatkan jalan di sekitar badan irigari menjadi rusak. Guna mengantisipasi resiko tersebut seharusnya kuku baket beko disiapkan Plat untuk menghindari rusaknya lantai dasar irigasi, dan juga agar efektif mengangkat sedimen yang ada, ” tambahnya
Juna Siregar juga menyebut sangat kecewa dengan pengerjaan normalisasi pengerukan pengairan saluran sigama sepanjang 6300 M, tahun anggaran 2025 yang diduga asal dikerjakan.
” Padahal sudah jelas Pidato pertama Presiden Bapak Prabowo Subianto dalam masa pemerintahannya segera mewujudkan swasembada pangan dan memastikan bahwa kebutuhan pokok, seperti beras dapat dipenuhi dengan baik. Dengan mutu kerjaan tersebut, bagaimana mau mewujudkan swasembada pangan yang baik,sementara pengerukan saluran pengairan diduga asal dikerjakan,” Ucap Juna
” Kami Forum Diskusi Mahasiswa Anti Korupsi Sumatera Utara ( FDMAKSU ) dalam waktu dekat akan melakukan Aksi Unjuk Rasa ke Kantor Kejari Gunung Tua terkait permasalahan ini.” Tandasnya dengan nada tegas.
Hingga berita ini terbit, sejumlah pihak terkait belum berhasil dimintai keterangannya.(Red)









