
Pontianak, Kalbar – Beritainvestigasi.com. Agama merupakan sebuah ajaran kebaikan yang menuntun manusia kembali kepada hakekat kemanusiaannya yang menjadi hak setiap insan untuk memilih ajaran mana yang ia yakini dalam kehidupannya.
Seorang Gadis Cantik berdarah Dayak langsung bersyahadat saat pelaksaan kegiatan pesantren Kilat yang diadakan oleh Yayasan Kejayaan Muallaf Indonesia dan Lembaga Majelis Taklim Muallaf Kalbar bertempat di Aula Pusat Pembinaan Muallaf Kalbar (Rumah Qur’an Al-Huriyyun) jalan Adi Sucipto, Gang H. Munaf No 5 A, Pontianak Tenggara, Kota Pontianak Pada Jumat (22/04/2022).
Gadis Dayak berparas Cantik bernama Monika Normiati (26) asal Kampung Sompak, Kabupaten Landak itu menyatakan diri bersyahadat dibawah bimbingan Ustadz Muhammad Damanhuri, S.Hi, S.H, M.Pd, saat hari pertama mengikuti kegiatan.
H. Masri, M.Pd, Ketua KUA Pontianak Tenggara memberikan apresiasi atas penyelenggaraan Pesantren Kilat Muallaf yang mana jarang sekali dilakukan oleh Organisasi-organisasi untuk Muallaf, saat membuka kegiatan Jumat (22/04/2022) sore ba’da Ashar.
“Ini adalah terobosan yang sangat bagus karena jarang ada pesantren kilat seperti ini, apa lagi pesantren kilat ini yang di hadiri Muallaf-muallaf yang sudah dewasa dan senja, kebanyakan pesantren kilat hanya dilakukan di sekolah-sekolah,” ujar H. Masri mewakili Kementerian Agama Kota Pontianak.
Dilanjutkannya, bahwa ke istimewaan seorang hamba yang mendapat hidayah di bulan suci Ramadhan, tidak semuanya orang yang bisa mendapatkan.
“Sekuat apapun keinginan orang itu mau masuk Islam kalau tidak diberikan hidayah dari Allah maka tidak akan bisa bersyahadat/masuk Islam. Begitu sebaliknya tanpa disangka-sangka kalau Allah berkehendak pasti bisa masuk Islam,” lanjutnya.
Ditempat yang sama, Ketua Umum Lembaga Majelis Taklim Muallaf Kalbar yang sekaligus Pimpinan Yayasan Kejayaan Muallaf Indonesia, Muhammad Damanhuri, S.Hi, S.H., M.Pd lebih menegaskan bahwa Pesantren Kilat Muallaf ini memang dilakukan setiap tahunnya pada 10 hari terakhir di bulan Ramadhan.
Damanhuri menjelaskan, Pesantren kilat Muallaf ini di lakukan selama 3 hari berturut, dan ia berharap dari pesantren kilat Muallaf tersebut agar Muallaf semakin kuat iman dan tauhidnya.
“Semakin bagus dalam melaksanakan ibadah-ibadah dan semakin mantap dalam pelaksanaan syariat Islam,” jelas Ustadz Damanhuri.
Adapun Materi pesantren kilat Muallaf setiap harinya berbeda-beda, karena ada pertukaran jadwal sesama Ustadz yang sesuai bidangnya masing-masing.
” Maka hari pertama materi pesantren kilat berkenaan dengan Thoharoh oleh Ustadz M. Musiri, S. Pdi, hari kedua Materi Kristologi penguatan keimanan oleh Ustadz Amilyadi, S. Ag, M. Si, hari ketiga Materi Shalat sesuai tuntunan Rasulullah Saw oleh Ustadz Dr. Usman, M. Pdi,” kata Damanhuri mengakhiri. (Vr).
Editor: Wesly (Asesor Sertifikasi Kompetensi Wartawan SKW).