oleh

Ini Tuntutan FPRK Saat Demo ke Mapolres Ketapang

Isa Anshari, Ketua FPRK saat menyampaikan orasi tuntutan

Ketapang, Kalbar – Beritainvestigasi.com. Menyikapi banyaknya permasalahan pelanggaran hukum yang dilakukan oleh oknum Aparat Penegak Hukum(APH) di beberapa daerah saat ini, terjadi Gerakan Rakyat Ketapang Lawan Kezoliman dan Ketidakadilan Hukum.

Adanya sikap arogansi serta semena menanya APH di lapangan saat menjalankan tugas dan banyaknya dugaan keterlibatan anggota Polri didalam kegiatan Ilegal yang melanggar hukum. Hal itu disampaikan Ketua Front Perjuangan Rakyat Ketapang (FPRK) Isa Anshari saat ditemui usai Aksi di Mapolres Ketapang pada Senin(25/10/2021) siang.

Berikut 8 poin tuntutan yang disampaikan oleh FPRK.

1. Kami rakyat Ketapang menolak keras sikap zolim, Arogan dan Semena mena Anggota Kepolisian di Seluruh Indonesia.

2. Kami mendesak Kapolri, Kapolda dan Kapolres untuk segera melakukan evaluasi total kinerjanya agar lebih baik ke depannya.

3. Kami meminta Kapolres Ketapang segera memproses hukum terhadap anggotanya yang diduga terlibat kegiatan ilegal yang melanggar hukum seperti, terlibat peredaran narkoba, terlibat membekingi usaha ilegal, terlibat melakukan penyelundupan BBM bersubsidi ke lokasi PETI dan terlibat dalam kegiatan ilegal lainnya.

AKP Sulardi saat menyambut kehadiran masa pendemo di depan Mapolres Ketapang

4. Kami mendesak Kapolres Ketapang segera menangkap seluruh cukong pemilik excavator yang telah didata oleh Polres Ketapang sebanyak 168 unit, namun hingga hari ini belum ditangkap cukong-cukong tersebut. Malahan yang ditangkap justru rakyat kecil warga setempat yang hanya mencari makan bukan untuk mencari kekayaan.

5. Kami mendesak Kapolres Ketapang untuk segera menangkap oknum aparat yang diduga terlibat dalam penyelundupan BBM bersubsidi ke Lokasi PETI, permaslahan tersebut sangat merugikan masyarakat terutama nelayan, mau ke laut namun kesulitan mendapatkan BBM bersubsidi jenis SOLAR, begitu juga para sopir truk dan petani juga sulit mendapatkan BBM SOLAR.

6. Kami mendesak Kapolres Ketapang segera melakukan penutupan terhadap PT. SULTAN RAFLI MANDIRI karena kami anggap perusahaan Emas milik warga Negara China tersebut adalah Ilegal dan banyak melakukan pelanggaran hukum, jangan hanya berani menangkap rakyat kecil dengan tuduhan melakukan kegiatan PETI, tapi justru perusahaan milik Asing yang ilegal di biarkan terkesan dilindungi.

7. Kami mendesak Kapolres Ketapang untuk menindak tegas anggotanya yang tidak merespon dan tidak menggubris setiap pengaduan dan laporan masyarakat diseluruh Wilayah Hukum Polres Ketapang.

8 Jika Kapolres Ketapang tidak mengindahkan atau tidak merespon tuntutan kami ini,maka kami meminta Kapolda dan Kapolri untuk segera memberhentikan atau mencopot jabatan Kapolres Ketapang.

” Demikian tuntutan tersebut kami sampaikan untuk ditindaklanjuti secara serius oleh Kapolres Ketapang,”pungkas Pria yang bisa di sapa Pakwe Isa. (Ton/Vr).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed