Kades Kaliasin Dinilai Berbohong, Layangkan Surat Tak Sesuai Fakta.

Keterangan foto : kiri-kanan (atas): Wartawan berita investigasi, Jaya saat hendak mengkonfirmasi di Kantor Desa Kaliasin, tangkapan layar surat hak jawab Kades Kaliasin, Iskandar.
Kiri-kanan (bawah) : tangkapan layar judul berita di media berita investigasi, dan chat whatsapp kepada Kades Kaliasin

Lampung Selatan – Beritainvestigasi.com. UU Pers No.40 Tahun 1999, pasal 1 ayat 1 berbunyi, Pers adalah lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik meliputi mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi baik dalam bentuk tulisan, suara, gambar, suara dan gambar, serta data dan grafik maupun dalam bentuk lainnya dengan menggunakan media cetak, media elektronik, dan segala jenis saluran yang tersedia.

Pasal 4 ayat 3 berbunyi, untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi.

Melihat dua pasal diatas, dalam menjalankan tugasnya, seorang Wartawan dilindungi UU dalam menyebarluaskan informasi yang didapatnya. Namun, dalam menyebarluaskan informasi yang didapat, diperlukan konfirmasi atau tanggapan dari pihak-pihak yang akan menjadi objek pemberitaan tersebut agar memenuhi kaidah Kode Etik Jurnalistik (KEJ).

Terkait hal tersebut, Kades Kaliasin, Kecamatan Tanjung Bintang, Kab. Lampung Selatan, Iskandar, dalam surat hak jawabnya kepada Redaksi Berita Investigasi.com, menggiring opini bahwa pemberitaan dengan judul : Kades Kaliasin “Tutup Mulut” Saat Dikonfirmasi Terkait Dugaan Pungli Pengurusan PTSL yang dimuat di media online berita investigasi.com pada tanggal 02 Juni 2021, dituding bahwa Wartawan berita investigasi.com tidak melakukan konfirmasi kepada dirinya sebelum berita ditayangkan. Kemudian, dalam surat hak jawab tersebut juga menuduh bahwa pemberitaan tersebut telah menghakimi dirinya, berdampak pada nama baik dirinya secara pribadi maupun sebagai Kades Kaliasin.

Menanggapi surat hak jawab yang diterima, Kepala Perwakilan berita investigasi.com Prov. Lampung, Wesly H Sihombing, menanggapi dengan santai. Bahkan dirinya menganggap bahwa surat tersebut penuh kebohongan.

Dijelaskannya, Rabu (02/06/2021) sebelum berita tayang pkl. 15.00 WIB, Wartawan berita investigasi Biro Lampung Selatan, Jaya Surya (Jaya) telah meminta konfirmasi terkait informasi yang didapat dari masyarakat kepada Kepala Desa Kaliasin, Iskandar melalui pesan whatsapp dengan nomor : 0821 8501 xxxx pkl. 10. 19 WIB (telah dibaca). Bahkan, karena tidak adanya tanggapan dari Iskandar, Jaya mendatangi Kantor Desa Kaliasin untuk mengkonfirmasi langsung. Keberadaan Jaya di Desa Kaliasin juga telah diberitahukan kepada Iskandar melalui pesan whatsapp pada pkl. 10.49 WIB. Bahkan, hingga dihubungi pada pkl. 12.58 WIB, tidak ada respon dari Iskandar.

” Inikan surat hak jawab tidak benar. Kadesnya berbohong, menuduh kita tidak meminta konfirmasi,” ucap Wesly yang juga Wapemred di Media berita investigasi ini, Kamis (04/06/2021).

Lanjutnya, karena tidak mendapat tanggapan dari Iskandar, akhirnya berita kita tayangkan di website : www. berita investigasi.com, Rabu (02/06/2021) pkl. 15.00.

Dalam pemberitaan tersebut juga kita memberitahukan bahwa belum ada tanggapan dari Iskandar.

Pkl. 15.09, dan 16. 31 WIB, berita yang telah terbit (tayang) diberikan ke Iskandar guna meminta tanggapan/klarifikasi, lagi-lagi Iskandar tidak memberi tanggapan padahal berita sudah dibaca pada pkl. 16.53 WIB.

“Kita sudah menjalankan tupoksi sesuai dengan KEJ, tapi Kades nya tidak pro aktif,” ucap Wesly.

Ditambahkannya, ada dugaan bahwa surat hak jawab yang ditujukan ke redaksi berita investigasi, ditulis/diketik oleh oknum wartawan yang membekingi setiap kegiatan di Desa Kaliasin.

Pasalnya, surat hak jawab tersebut diterima Jaya via whatsapp pada hari Kamis (03/06/2021) pkl. 17.27 WIB.

Walaupun surat tersebut berkop surat Desa Kaliasin, tanda tangan maupun stempel/cap tidak dibubuhka. Kemudian, si penulis surat tidak mengetahui bahwa sebelum berita terbit (tayang) sudah dilakukan konfirmasi. Ironisnya, Wesly menduga bahwa isi berita tidak dibaca dengan teliti. Bahwa dalam berita tersebut tidak satu katapun yang menyebut bahwa Kades Kaliasin, Iskandar melakukan pungli. Azas praduga tidak bersalah tetap kita lakukan dengan menulis kata, diduga.

“Kita tidak akan memuat hak jawab yang disampaikan. Karena dalam berita tersebut tidak ada pihak yang kita rugikan. Justru seharusnya hak jawab itu diberikan Iskandar saat diminta konfirmasi sebelum berita kita terbitkan. Bukan membuat pernyataan bahwa kita tidak mengkonfirmasi, menghakimi. Klau mau mengklarifikasi, silahkan! Kirimkan surat secara resmi, tanpa ada kebohongan,” tegasnya.

Wesly juga menambahkan, dengan adanya surat hak jawab tersebut akan mendalami lebih jauh dan mengkordinasikan dengan Instansi terkait tentang mekanisme PTSL.

” Bukti yang kita miliki akan kita dalami lagi dan kita kordinasikan ke Instansi terkait. Agar terang benderang Informasi yang kita terima dengan aturan yang sudah ditetapkan,” pungkasnya

Mendapat laporan terkait hal tersebut, Ketua Forum Pers Independent Indonesia (FPII) Prov. Lampung, Aminudin angkat bicara.

Menurutnya, setelah membaca isi berita, pesan whatsapp untuk konfirmasi sebelum dan sesudah berita tayang, dan isi surat hak jawab dari Kepala Desa Kaliasin, Iskandar, bahwa apa yang dilakukan oleh wartawan berita investigasi sudah sesuai dengan tupoksinya.

Aminudin juga merasa heran dengan isi surat dari Kades Kaliasin. Ia menilai semua isi surat tersebut justru mencemarkan nama baik  media berita investigasi, dimana dapat ditarik kesimpulan bahwa dalam isi surat tersebut, wartawan yang melakukan tugas Jurnalistiknya tidak profesional.

Sebagai media parnert yang tergabung di FPII, Aminudin mendorong agar Pimpinan media berita investigasi melakukan upaya hukum.

” FPII Prov. Lampung akan mendorong agar Pimpinan media berita investigasi melakukan upaya hukum, karena isi suratnya tidak sesuai fakta,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, dugaan adanya pungutan liar dalam pengurusan PTSL di Desa Kaliasin yang disampaikan masyarakat ditindaklanjuti oleh wartawan berita investigasi yang langsung meminta konfirmasi kepada Kepala Desa (Kades) Kaliasin, Iskandar, namun tidak mendapat tanggapan.

Untuk mengetahui isi berita sebelumnya, silahkan baca selengkapnya di : www.berita investigasi.com.

(Team Redaksi)

Recommended For You

Redaksi

About the Author: Redaksi

mulai berbenah tahun 2016 hingga sekarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *