oleh

Kisah Mozali, Kecelakaan 11 Tahun yang lalu, Patah Tulang Punggung. Harus berjuang hidup untuk keluarga

 

Ket: Mozali (42) Warga Kelurahan Kijang Kota, 11 Tahun yang lalu tertimpa musibah kecelakaan kerja, kini dirinya sudah pulih dan bekerja kembali di Bengkel Rekanan nya. (photo: BeritaInvestigasi.Com)

Bintan-BeritaInvestigasi.Com, Mozali pria (42) tahun warga Sungai datuk Kelurahan Kijang Kota Kecamatan Bintan Timur dilahirkan normal seperti halnya manusia biasa. Namun nasib berkata lain, pada tahun 2011 dirinya terkena musibah dalam bekerja tertimpa batu granit hingga patah tulang punggung.

Pria kelahiran tahun 1979 ini awalnya terlahir dengan kondisi fisik normal tanpa cacat. Tumbuh di keluarga sederhana, Mozali adalah tamatan Sekolah Yayasan Pendidikan Kecamatan Bintan Timur (YPKBT) dengan nilai sangat baik. Pada tahun 2011 adalah tahun yang sulit untuk dilupakan baginya, sebuah kecelakaan kerja menimpa dirinya hingga patah tulang punggung belakang.

” Iya selama 5 tahun saya tidak bisa bekerja. Selama itu juga saya tidak dapat menafkahi anak dan keluarga saya. Kejadian tahun 2011 membuat saya trauma untuk bekerja yang berat, apalagi kondisi saya sekarang ini tidak seperti dulu lagi,” Ujar Mozali.

Ket : Mozali (42) bekerja di bengkel motor milik rekanan nya, kehalian dan kemampuan nya dalam bidang teknologi membuat dirinya semangat untuk bekerja menghasilkan karya terbaik. (photo : BeritaInvestigasi.Com)

Mozali mengatakan pada tahun 2011 dirinya bekerja sebagai pengutil batu di salah satu ex tambang di kijang, dengan mengumpulkan batu granit, batu tersebut dijualnya dengan harga murah untuk menafkahi keluarganya. Namun pada suatu hari dirinya bekerja, belum mendapat kan batu, dirinya tertimpa musibah, punggung nya tertimpa serpihan batu granit dari atas hingga patah tulang punggung.

” Iya inilah jalan hidup, semua sudah di atur oleh Allah SWT. Meski kondisi sekarang sudah membaik, namun saya belum bisa bekerja berat. Saat ini saya bersyukur, Allah SWT masih memberikan kesempatan bagi saya untuk bekerja. Saat ini saya bekerja di bengkel rekanana, demi menafkahi anak dan keluarga saya,” Ungkapnya.

Ket : Dengan Kondisinya yang berangsur membaik, Mozali (42) ingin memberikan karya terbaik berupa kebahagian untuk anak dan Keluarganya. (photo: BeritaInvestigasi.Com)

Mozali mengaku, selama 5 tahun terbaring dirinya terlalu banyak menyusahkan keluarga dengan kondisi yang tidak bisa berbuat apa apa. Hanya terbaring dan berusahan pulih dari sakit, dirinya bersyukur perlahan-lahan, Allah SWT menyembuhkan sakitnya dari kecelakaan kerja patah tulang punggung. Dirinya menyadari sebagai manusia normal, yang pernah bekerja sebagaimana layaknya orang-orang. Dirinya ingin berusaha bekerja keras.

Walau penuh keterbatasan, namun sebuah perjuangan yang di mulai dari rasa bersyukur, pasti Allah SWT memberikan jalan rejeki.  Hanya satu harapan darinya, untuk memberikan kebahagian pada anak dan keluarga dengan rejeki yang halal.

“Allah maha Pengasih dan Penyayang pada ummatnya. Meski kondisi saya serbah kekurangan, namun semangat dan perjuangan hidup tidak boleh menyerah. Demi menafkahi anak dan keluarga,” Ujarnya. (It)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed