
Tapteng- Beritainvestigasi.com Lapas kelas IIA Sibolga diterpa isu negatif. Kali ini Isu tersebut menguak informasi seputar pengadaan bahan makanan (BAMA), yang diperuntukkan bagi warga binaan. 25/5/2026
Bernilai fantastis dan berpotensi meraup keuntungan dalam jumlah besar, isu terkait pengadaan bahan makanan bagi WBP itu diduga syarat kecurangan, karena kabarnya telah disetting dengan cara terstruktur dan sangat rapi
“Pengadaan bahan makanan wbp (BAMA), dilapas Sibolga yang pegang ?, IG, dia (IG/Red), adalah istri dari salah seorang pejabat di lapas Kelas IIA Sibolga, inisialnya SSB,” ujar sumber kepada media ini
” Kalau menurut aturan tidak diperbolehkan istri seorang pejabat lapas turut dalam pengadaan bahan makanan di lapas yang sama !, beber sumber yang diyakini merupakan salah seorang petugas lapas setempat. Senin, (25/5)
Diterimanya informasi yang menyebut dugaan adanya keterlibatan istri oknum pejabat lapas dalam pengadaan bahan makanan tersebut, kemudian secara langsung dikonfirmasi awak media ini kepada kalapas Kelas IIA Sibolga
Tri Purnomo, A. md.IP., S.H., saat dikonfirmasi sehubungan hal tersebut dengan tegas membantah tudingan tersebut
Lebih rinci, Kalapas Kelas IIA Sibolga juga menyebut jika proses pengadaan makanan (BAMA), di Lapas Kelas IIA Sibolga dilaksanakan sesuai ketentuan
“Iya mas, yg jelas pemberitaan tersebut tidak benar, ujarnya
” Proses pengadaan bahan makanan (BAMA) di Lapas Kelas IIA Sibolga dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, khususnya Peraturan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2025 tentang Pedoman Penyelenggaraan Makanan di Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan. Seluruh tahapan penyelenggaraan dan pengadaan BAMA dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku secara transparan dan akuntabel. Lapas Kelas IIA Sibolga terus meningkatkan pelayanan kepada warga binaan termasuk dalam pemenuhan makanan. Penyelenggaraan BAMA secara rutin setiap harinya dilaporkan melalui aplikasi SIMONEV BAMA. Tidak hanya itu proses masuknya BAMA dan pengolahan makanan dapat dipantau secara real time melauli kamera pengawas CCTV di area dapur. Lapas kelas IIA Sibolga juga membuka ruang dialog melalui program “Pagi Menyapa” untuk mendengar aspirasi warga binaan jika terdapat keluhan pada makanan yang diterima. selain itu, secara berkala warga binaan dan keluarga warga binaan di berikan kesempatan untuk melihat langsung proses pengolahan makanan untuk memastikan warga binaan mendapatkan hak makanan sesuai aturan yg berlaku.” Terang kalapas kepada media ini. Senin, 25/5/2026
Terpisah, Kakanwil DITJENPAS Sumatera Utara, Yudi Suseno juga telah dikonfirmasi perihal yang sama, namun hingga berita ini terbit belum mendapatkan jawaban
Dugaan adanya indikasi penyalahgunaan jabatan, serta potensi adanya benturan kepentingan akan semakin terbuka dan merupakan bagian yang sangat erat kaitannya terhadap informasi yang mencuat, guna menghindari hal tersebut publik meminta agar Kakanwil Ditjenpas Sumatera Utara, membentuk tim audit guna melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap proses pengadaan bahan makanan yang tengah berlangsung di lapas kelas IIA Sibolga. (Red)














