oleh

Makam Leluhur Ditengah-tengah Perkebunan Kelapa Sawit, HGU Koq Bisa Terbit?

Ket. Foto : Kepala Adat Kutai Indu Andzad Perian, Nasrum, Saat Mengecek Lokasi Makam Leluhur yang Dipenuhi Semak Belukar. Senin (06/09/2021).

Kutai Kartanegara, Kaltim – Beritainvestigasi.com. Kondisi Makam Tua di Desa Perian, Kecamatan Muara Muntai, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, sangat memprihatinkan.

Pasalnya, makam tua Para Leluhur dan Pemuka Desa Perian yang dipercaya memiliki nilai-nilai sejarah asal muasal penduduk pertama di desa Perian, kedepannya dapat dipastikan sejarahnya akan hilang.

Bagaimana tidak, lokasi makam tua peninggalan sejarah desa Perian tersebut yang dianggap merupakan pertanda atau petunjuk penting satu-satunya peninggalan leluhur masyarakat desa Perian, saat ini sudah dialih fungsikan. Terlihat di lokasi makam sudah berdiri pohon kelapa sawit milik PT. Jaya Mandiri Sukses (JMS).

Kepala Adat Kutai Indu Andzad desa Perian, Nasrum, kepada awak media ini menceritakan, dulunya lokasi makam itu merupakan bahagian dari kebun nenek moyang pembuka desa Perian pada zamannya.

” Dimasa dulu Nenek kami berkebun di situ, dan nenek kami dulu memiliki tradisi ketika meninggal akan dimakamkan di tempat mereka bercocok tanam,” tutur Nasrum, Selasa (07/09/2021).

Lanjutnya kalau mengingat-ingat masa masa kecilku dulu, tempat itu dulu adalah tempat nenek dan bapak kami berkebun menanam padi. Disana juga tempat kami mencari rotan dan ikan untuk kami jual.

” Sebelum sawit ini ada, kami cari ikan disana enak, karena ikan banyak, selain itu, penghasilan tambahan kami dengan mencari rotan,” jelasnya.

” Tidak susah kami mencari uang 200-300 ribu/hari dari ikan dan rotan itu.
Sedangkan sekarang susah, mau cari ikan, ikannya sudah tidak ada, mau cari rotan apalagi, karena sudah tergantikan dengan kebun sawit,” ungkapnya.

Ditambahkannya, nenek dahulu bercocok tanam dan hidup dengan cara tradisional ditempat itu, intinya tempat itu bernilai sejarah buat masyarakat desa Perian.

Salah Seorang Masyarakat (Team) yang Ikut Mencari Lokasi Makam Leluhur

Dulu saya dan masyarakat desa Perian di awal pembukaan lahan (Land Clearing) persiapan penanaman kelapa sawit, sudah mempermasalahkan hal tersebut ke pihak managemen PT. JMS.

” Kita sudah permasalahkan saat pembukaan lahan ke pihak managemen PT. JMS, tapi tak ada hasil sampai hari ini,” kata Nasrum.

Perlu diketahui, untuk melihat langsung kondisi lokasi makam, Kepala Adat desa Perian mengajak semua Team terjun langsung mengecek ke lokasi makam. Team sempat kewalahan dikarenakan semak dan rerumputan yang menutupi lokasi makam.

Setelah kurang lebih sekira 1 jam, akhirnya, dengan menebas rumput menggunakan Mandau, dan dengan kesabaran, walaupun sulit, akhirnya team menemukan Batu Nisan dengan kondisi tertutup rumput.

Tidak hanya batu nisan saja, ada juga terlihat dengan jelas berdiri nisan yang terbuat dari Kayu Ulin di dekat pohon kepala sawit yang berjarak sekira kurang lebih 2 meter.

Menarik untuk dipertanyakan, kenapa bisa terbit HGU di lokasi makam leluhur yang bernilai sejarah di desa Perian, bukankah lokasi makam selain tempat Sakral juga merupakan Cagar Budaya?

Atas dugaan berubahnya alih fungsi makam leluhur tersebut oleh PT. JMS, Kepala Adat Kutai Indu Anzad Perian dalam waktu dekat akan kembali melayangkan surat adat ke Kepala Adat Desa dan Muspika Kecamatan guna membicarakan hal tersebut.

Hingga berita ini ditayangkan, keterangan dari PT. JMS dan Instansi terkait belum diperoleh.  (GS)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed