
Bagian kaki dan tangan korban(Suryani) berlobang bekas gigitan Orang Utan
Ketapang,Kalbar – Beritainvestigasi.com. Sungguh mengerikan tanpa diduga seorang warga bernama Suryani(Ani) menjadi korban Kegaganasan seekor Orang Utan saat mengangkut buah sawit di kebunnya tiba-tiba sehingga mengalami luka-luka.
Menurut Babinsa Pelang, kejadian tersebut tepatnya di Kebun Sawit Jalan Poros Pelang – Tumbang Titi, KM 8 Desa Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang. Kamis (07/09/2023) malam pukul 20.00 Wib.
Korban bernama Suryani alias Ani ( 57 tahun) merupakan korban yang di serang Orang Hutan di jalan poros Palang Tumbang titi KM 8 Dusun 4 kanalisasi Kecamatan Matan Hilir Selatan Kabupaten Ketapang.
Adapun lronologis kejadian saat Sandra Suryani Alias Ani pergi ke kebunnya yang berada di KM 8 Desa Sungai Pelang Kecamatan Matan Hilir Selatan untuk memanen Buah Sawit miliknya, selanjutnya pada pukul 15.00 Wib Korban mengendarai sepeda motor dengan membawa serta keranjang dengan tujuan hendak mengangkut buah sawit yang berjarak sekitar kurang lebih 300 Meter dari jalan Poros.
“Tiba-tiba seekor Orang Utan menerkam korban Suryani( Ani) yang sedang mengendari sepeda motor dari semak-semak di sisi sebelah kanan jalan, mencengkram kaki sebelah kiri korban dan selanjutnya korban dan orang hutan bergumul sekitar kurang lebih 20 menit lama nya, selanjutnya Orang Utan tersebut menggigit betis kanan, jempol tangan sebelah kiri serta mengigit tangan korban sebelah kanan. Akibat perlawanan korban , Orang Utan tersebut pergi masuk ke hutan meninggalkan korban,”terang Babinsa.
Atas kejadian tersebut Suryani mengalami luka luka, bagian Kaki Sebelah kanan luka gigit,
Kaki sebelah kiri memar, paha sebelah kiri luka cakar, paha kanan berlubang, pinggul luka lecet, jari jempol sebelah kiri putus, telapak tangan kiri luka gigit .
Korban dibawa ke puskesmas untuk melakukan cek rutin pasca pengobatan dan memastikan korban diberikan vaksin akibat gigitan hewan liar demi kesehatan dan keselamatan korban.
Sementara itu, pihak BKSDA Menghimbau warga sementara waktu untuk tidak masuk kekebun sambil menunggu tindak lanjut dari pihak IARI ( Animal Rescue ) terkait tindak lanjut penanganan terhadap Orang Utan yang liar dan membahayakan keselamatan warga.
Red















