Rokan Hulu, Riau – Beritainvestigasi.com. Dewan Pimpinan Daerah (DP) IKatan Pemuda Karya (IPK) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau, melalui Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pemuda Karya (IPK) Kecamatan Tambusai Utara dan Rantingnya melakukan Bakti Sosial membantu Warga yang mengalami musibah. Senin (25/03/2024).
Rohimah, Nenek tua berusia 72 tahun warga Gambangan Desa Mahato, Kecamatan Tambusai Utara, mengalami musibah, kediamannya hangus terbakar, pada Selasa (19/03/2024) sekira pukul 12.15 WIB.
Mendengar musibah tersebut, Ketua PAC IPK Tambusai Utara, Gudmen Panjaitan mengumpulkan anggota dan selanjutnya memberikan bantuan berupa 90 Sak Semen kepada Korban (Rohimah-red).
“Saya turut prihatin atas musibah yang menimpa Nenek Rohimah. Makanya, Saya kumpulkan Kawan-Kawan semuanya dari PAC dan 3 Ranting IPK Kita. Dan, hari ini Kami serahkan sedikit bantuan kepada si Nenek. Semoga, bantuan Kami itu dapat sedikit meringankan beban Beliau. Kami juga berharap UPIKA Tambusai Utara turut perhatian kepada si Nenek dan ikut membantu juga. Kasian, karena setahu Saya, Beliau orang susah, patut Kita bantu,” kata Ketua DPD IPK Rohul, Kabul Situmorang melalui Ketua PAC IPK Tambusai Utara, Gudmen Panjaitan ketika dikonfirmasi Awak Media ini melalui selulernya, Senin (25/3/2024) sore.
Terpisah, Rohimah dan keluarganya sangat berterimakasih kepada IPK di wilayahnya yang sudah membantu mereka.
“Kami sangat bangga dan berterimakasih kepada semua Kader IPK, terkhusus Para Pimpinannya yang telah membantu Kami hari ini. Terimakasih Bapak-Bapak semuanya, Kami doakan sukses selalu buat IPK Rohul dan IPK Tambusai Utara khususnya,” ujar perwakilan Keluarga Rohimah saat serah terima bantuan yang disaksikan langsung oleh pihak keluarga Korban beserta Aparat Desa Setempat, RT,VRW dan Kadus.di lokasi rumah terbakar milik Rohimah, Senin (25/03/2024) pagi.
Aparat Desa setempat turut menyampaikan ucapan terima kasih kepada IPK yang peduli terhadap warga yang terkena musibah. Usai serah Terima bantuan, tampak semua Kader IPK bersalam salaman dengan keluarga Korban dan Aparat Desa setempat lalu membubarkan diri.















