
Kutai Kartanegara, Kaltim – Berita Investigasi.com. Diawali dengan rangkaian acara persembahan Habsian, menyanyikan lagu kebangsaan, pembacaan Alquran, pembacaan do,a, dilanjutkan dengan lantunan Adzan, pelepasan kembang api, penyerahan piala bergilir dan juga pengibaran bendera LPTQ Pembukaan Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-17 tingkat Kecamatan Kembang Janggut, berlangsung meriah di Desa Perdana, Senin (01/09/2024) malam
Tak hanya itu, Plt Camat Kembang Janggut, Suhartono, S.K.M, Kapolsek, Koramil, Kepala Desa Perdana, Kepala KUA Kecamatan Kembang Janggut dan Ketua MUI Kec. Kembang Janggut, bersama-sama menekan tombol sirine bukti bahwa kegiatan MTQ ke-17 resmi dibuka. Hal tersebut membuat ribuan penonton bersorak dengan kejutan letusan kembang api yang meriah
Dalam sambutanya, Camat Kembang Janggut memberikan apresiasi kepada Kepala Desa Perdana, Pitoyo dan Panitia Pelaksana atas kemeriahan acara pembukaan MTQ ke-17 tingkat Kecamatan Kembang Janggut tersebut.
“Kami dari Pemerintah Kecamatan Kembang Janggut mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi atas kerja keras Kepala Desa, Warga dan panitia yang telah menyelenggarakan kegiatan MTQ tingkat Kecamatan Kembang Janggut ke -17 di Desa Perdana, hingga meriah seperti pada malam ini,” ujarnya.

Beliau juga berharap dari perhelatan MTQ ini mampu melahirkan generasi Qur’ani yang berprestasi dan mampu mengharumkan nama Keluarga, Desa, maupun Daerah serta mampu untuk tampil di tingkat Nasional
“Selanjutnya kami berpesan agar semua Kafilah bisa tampil dengan maksimal. Kami berharap dari 141 yang ikut lomba bisa menemukan Qori dan Qoriah, Muratil dan Muratilah, Hafiz dan Hafizah yang handal, artinya sejak hari ini kita hanya punya waktu 1 bulan untuk meningkatkan kapasitas melaju di tingkat kabupaten pada tanggal 20 Oktober mendatang. Tentu kita berharap ada peningkatan point bagi para Kafilah Kecamatan Kembang Janggut,” harapnya.
“Terakhir, Kami berharap pelaksanaan MTQ ini bisa berjalan lancar sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan. Semoga sukses pelaksanaan dan sukses kejuaraan,” harapnya.
“Golongan ayam memakan pandan
Pandan diletakan diatas nampan,
Saya rasa cukup sekian kalo salah mohon dimaafkan. Buah pinang dibelah dua, kenapa isinya berwarna merah dan keruh, cukup sekian dan terimakasih,” tutup Suhartono dengan pantun.














