Pemerintah Pekon Pagar Dewa Gelar Musrenbangdes dan Rembuk Stanting. Tahun 2024

Lampung Barat – Beritainvestigasi.com. Pemerintah Pekon Pagar Dewa, Kecamatan Pagar Dewa, Kabupaten Lampung Barat tetapkan dan laksanakan Rembuk Stanting di Kantor Balai Pekon Pagar Dewa dan penanganan stanting sebagai prioritas. Selasa (16/01/2024).

Rembug stanting, percepatan penurunan stunting diselenggarakan oleh Pemerintah Pekon Pagar Dewa untuk mengevaluasi pelaksanaan dan kemajuan percepatan penurunan stunting. Selain itu, tujuan dari rembuk stanting juga untuk menguatkan kolaborasi multi pihak untuk mencapai target penurunan stunting di tahun 2024 yang ada di Pekon Pagar Dewa.

Hadir dalam acara tersebut, Peratin Pagar Dewa,  Pj, Yoga Sugama, Camat, Kasubag, Kasi Kecamatan, Kepala Puskesmas, Danramil, Bhabinkamtibmas, Linmas, Kepala Sekolah SD, SMP, Kepala KUA, Kepala Penyuluh Pertanian, Ketua LHP, Pendamping Desa, Aparatur Pekon, Pendamping Lokal Desa, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda dan Undangan lainya.

Yoga Sugama menyampaikan, sebagai salah satu bentuk komitmen untuk mempercepat penurunan stunting, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) nomor 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.

Ia juga mengatakan, upaya percepatan penurunan stunting terus dilakukan oleh Pemerintah Pekon Pagar Dewa dengan mewujudkan kovergensi pemerintah daerah hingga tingkat desa, sampai stunting tidak lagi menjadi masalah kesehatan masyarakat di Pagar Dewa

Selain penanganan stanting, Yoga juga menyampaikan, bahwa digelarnya Musyawarah Perencanaan Pembagunan Desa (Musrenbangdes) juga dalam ragka membuat Rancagan Kerja Pemerintah (RKP) DesaPekon Pagar Dewa untuk Tahun 2024.

“Dan Pemerintah Pekon sagat mendukung adanya usulan dari masyarakat untuk sama-sama membangun dan megawasi pembangunan yang ada di Pekon Pagar Dewa,” ujarnya.

Lanjut Yoga, Musrenbangdes merupakan proses dalam perencanaan pembangunan yang sagat penting. Tidak hanya itu, Musrenbangdes juga memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk berkontribusi dalam merumuskan program dan proyek yang sesuai degan kebutuhan lokal. Disamping itu, juga untuk menggali potensi dan aspiraai masyarakat yang sering sekali tidak terdegar.

Camat Pagar Dewa menambahkan, untuk penanganan stanting bukan dilakukan di Puskesmas saja, tingkat pekon pun harus ikut serta dalam penanganan-penanganan stanting.

“Kita semua sama-sama untuk berupaya optimalisasi, salah satunya dengan. Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang diberikan. Yaitu. Nasi, Sop Ceker, Wortel, Buncis, Hati, Ayam goreng, Tahu Bacem, Snack Puding, Pepaya dan Susu Kotak,” terangnya.

“Salah satu penanganan pertama yang bisa dilakukan untuk anak stunting yaitu memberikan pola menu makan siang dengan gizi seimbang,” ungkapnya.

“Semua yang diberikan tidaklah sulit, semua berbahan pangan lokal dan jangan lupa, untuk konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) bagi remaja putri masih rendah, masih perlunya edukasi tentang pentingnya imunisasi dan ASI Eksklusif yang belum adekuat,” pungkas Camat.


Catatan : Redaksi membuka ruang seluas-luasnya bagi pihak yang merasa dirugikan atas pemberitaan ini dengan menggunakan Hak Jawab sebagaimana diatur dalam UU No.40 Tahun 1999 tentang Pers.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *