oleh

Pengaruh Limbah Rumah Tangga Terhadap Perairan Pesisir Tepi Laut Tanjungpinang

Tanjungpinang – Beritainvestigasi.com. Pengaruh Limbah Rumah Tangga Terhadap Kondisi Perairan Pesisir Tepi Laut Kota Tanjungpinang.
Tanjungpinang merupakan Ibukota Provinsi Kepulauan Riau. Kota ini terletak pada koordinat 005’ LU dan 104027’ BT . Luas wilayah Kota Tanjungpinang sebesar 812,7 km2. Hal ini mengidentifikasikan bahwa Tanjungpinang termasuk dalam kategori pulau-pulau kecil. Beberapa hal unik dari pulau-pulau kecil ialah terdapat aliran sungai yang masih dipengaruhi oleh air laut, letak hulu sungai yang tidak jelas, hingga sumberdaya air tawar sangat terbatas.

Berdasarkan luas wilayah Tanjungpinang termasuk kota yang dapat dikatakan kecil tentunya akan menjadi pembatas dalam pembangunan serta pertumbuhan penduduk. Hal tersebut menjadikan kawasan pesisir sebagai tempat tinggal bagi beberapa masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan. Kawasan pesisir yang menjadi tempat tinggal masyarakat akan memberikan pengaruh terhadap lingkungan sekitar. Mulai dari pembangunan rurmah hingga aktivitas masyarakatnya.

Aktivitas yang dilakukan masyarakat pesisir tentunya sangat bervariasi, mulai dari mencuci pakaian, mandi, buang air besar dan hal-hal lainnya. Hal tersebut akan memberikan dampak buruk bagi perairan karena hasil buangan dari limbah tersebut akan langsung ke perairan laut yang artinya perairan laut akan menerima beban limbah organik. Beban yang diterima tentunya akan bertambah seiring bertambahnya aktivitas yang membuangan hasil buangan ke perairan tersebut.

Dampak yang mudah terlihat berupa perubahan warna perairan yang semakin gelap, kemudian dilanjutkan perubahan komposisi biota perairan yang berasosisasi di perairan tersebut. Selain itu juga akan mempengaruhi konsentrasi Nitrat, Pospat dan lemak. Sumber dari konsertrasi itu berasal daril hasil buangan domestik masyarakat sekitar perairan, seperti limbah cair yaitu sampah organik buangan hasil dari bekas cucian, masakan dan urin di perairan, sedangkan limbah padat berupa sampah non organik yang tidak mampu terurai di perairan. Dampak yang dihasilkan dari limbah tersebut akan mengakibatkan kerusakan pada lingkungan sekitaran daerah tersebut sehingga tidak bisa ditemukan kembali ekosistem yang terjaga. Jika dilakukan analisis laboratorium terhadap beberapa biota perairan disekitar lokasi akan terlihat hasil limbah buangan masyarakat pesisir terhadap lingkungan perairan. Sehingga untuk menjaga perairan pesisir perlu dilakukan kajian mengenai pengelolaan terhadap limbah buangan masyarakat pesisir agar perairan pun dapat terjaga dengan baik.
Adapun upaya yang dapat membantu pengurangan limbah tersebut adanya sosialisasi terhadap masyarakat, penanggulangan sampah organik dan non organik dan kesadaran dari masyarakat sekitaran daerah tersebut sehingga akan di temukan ekosistem untuk masa yang akan datang dikatakan baik.

penulis : Mahasiswa Umrah Jurusan Manajemen Sumber Daya Perairan Angkatan 2016

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed