Bintan, Kepri – Beritainvestigasi.com Proyek kolam penampungan air di Kampung Pisang yang menelan anggaran sekitar Rp7 miliar kembali mendapat sorotan. Rasid, seorang tokoh masyarakat, menilai proyek tersebut belum memberikan hasil yang maksimal, terutama terkait efektivitas lokasi dan fungsinya, (12/1/2025)
“Hal ini sangat disayangkan. Dengan anggaran sebesar itu, kolam ini seharusnya bisa berfungsi lebih maksimal. Namun, baru hujan beberapa jam saja, kolam ini sudah meluap,” kata Rasid.
Anggota DPRD Bintan, Arif Jumana, yang turut melakukan inspeksi mendadak di lokasi, juga menyampaikan pandangannya. Menurutnya, kolam ini lebih cocok disebut sebagai penampungan air sementara sebelum dialirkan ke laut. Ia menilai proyek ini masih perlu perbaikan agar dapat benar-benar memberikan manfaat yang optimal.
Selain itu, Arif Jumana juga menyerahkan langsung bantuan berupa beras kepada warga yang terdampak. Bantuan tersebut diberikan kepada warga dari tiga RT, termasuk RT 6 RW 3. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati, terutama saat hujan lebat, mengingat kondisi penampungan air yang belum memadai.
Masyarakat berharap pemerintah daerah segera mengevaluasi proyek ini, memastikan bahwa anggaran yang telah digunakan dapat memberikan dampak positif dan mengatasi permasalahan air di wilayah Kampung Pisang.
(A.Ridwan)


Masyarakat berharap pemerintah daerah segera mengevaluasi proyek ini, memastikan bahwa anggaran yang telah digunakan dapat memberikan dampak positif dan mengatasi permasalahan air di wilayah Kampung Pisang.












