
Simalungun, Sumatera Utara- Beritainvestigasi.com Warga Nagori Boluk, Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, kini dihantui rasa takut. Hal tersebut disebabkan peredaran sabu di wilayah tersebut bukan lagi bisik-bisik tersembunyi, melainkan berlangsung secara terang terangan seolah tidak tersentuh hukum.
Emosional warga saat ini sudah berada di titik puncak keresahan, disatu sisi kekuasaan hukum seolah tak berdaya menjangkau mereka yang diduga mengendalikan jaringan gelap peredaran narkoba
Berdasarkan laporan warga kepada media ini aktivitas transaksi narkotika diduga berpusat di sebuah rumah kosong yang bertempat di Kampung Tempel di area belakang rumah. YSF, MIND dan YSF alias BU (nama singkatan) disebut sebagai pelaksana di lapangan. Dan seluruh jaringan ini diyakini dikendalikan oleh satu sosok yang dikenal dengan panggilan Gogo.
“ terang-terangan orang itu melakukan transaksi jual beli narkoba bang, Kami juga takut melarang. kami sangat khawatir jika mereka kami larang mereka marah, Gogo nama bos besar mereka” Ucap salah seorang sumber yang mengaku warga Kampung Tempel sembari meminta identitasnya dirahasiakan atas alasan keamanan. Selasa, (1/9/2026)
Faisal (nama disamarkan) warga lain juga mengatakan jika keberanian pengedar disana sudah tak lagi wajar.
“Vulgar kali bang, terang-terangan orang itu transaksi jual beli, kayak nggak ada lagi yang ditakutkannya,” sebutnya
Yang sangat memilukan adalah beredarnya tudingan kuat tentang adanya perlindungan dari aparat penegak hukum sendiri.
“Infonya mereka udah dapat bekingan dari oknum Polisi yang bertugas di Polres Simalungun, bang. Kemungkinan besar itulah yang membuat mereka nggak takut,” cetus Faisal
Tak sampai disitu, sumber juga mengungkap bahwa jangkauan kartel narkoba yang diduga dipimpin oleh Gogo tidak sebatas di Bosar Maligas saja. Melainkan telah merambah ke berbagai wilayah di Kabupaten Simalungun seperti kecamatan Bandar Masilam hingga menyeberang ke Kabupaten Batu Bara.
” Jaringan Gogo ini bukan cuma di Bosar Maligas aja, bahkan ada juga di batubara.” Ungkap Faisal menambahkan
“ Negara tidak boleh kalah oleh segelintir orang, kalau benar ada oknum yang membekingi sikat dululah yang bekap itu. Jangan sampai kepercayaan publik terhadap aparat hukum runtuh karena pembiaran.” Ujar Faisal
Kasat Narkoba Polres Simalungun, AKP Charles Nababan, S.H., telah dicoba dihubungi guna mengkoordinasikan laporan warga tersebut, namun hingga berita ini di publis belum mendapatkan tanggapan
Media ini masi terus berupaya berkordinasi dengan BNN Kabupaten Simalungun, hingga Polda Sumatera Utara dengan harapan agar secepatnya dilakukan penindakan dan memberikan rasa aman ditengah- tengah masyarakat.
Guna menyikapi informasi yang disampaikan masyarakat diminta Kepala BNN Provinsi Sumatera Utara, Kapolda Sumatera Utara, Polres Simalungun serta unsur intelijen TNI di tingkat Kodim maupun Korem untuk tidak lagi berdiam diri, bentuk tim dan lakukan investigasi menyeluruh putus mata rantai peredaran narkoba di Kabupaten Simalungun. (Tim)















