oleh

Stop Fitnah, ini Hukum nya dalam Islam

 

Ket Photo: Ilustrasi

Opini-BeritaIvestigasi.Com Dalam Islam, fitnah adalah terjemahan dari an-Namimah. Allah berfirman;

“Sesungguhnya orang-orang yang mendatangkan fitnah kepada orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan, kemudian mereka tidak bertaubat, maka bagi mereka azab jahannam dan bagi mereka azab (neraka) yang sangat pedih.

” (QS. al-Buruj: 10).

Perjalanan manusia tidak terlepas dari napak tilas prilaku masa lalu, masa kini dan rencana masa depan. Hal tersebut, selalu di barengi dengan niat yang baik dan jahat merasuk dalam diri manusia melalui berbagai macam cerita, pikiran, niat dan perbuatan. Maka hal utama dalam menjaga prilaku tidak baik/jahat adalah tiang agama.

Diera teknologi canggi saat ini, krisis keimanan yang tertanam dalam diri seseorang menjadi faktor penentu bagi seseorang berbuat yang tidak baik. Bahkan perbuatan keji yang dilarang dalam Islam seperti fitnah, seolah menjadi sarapan setiap jam tanpa disadari, hal itu sangat di benci oleh Allah SWT.

Dalam Islam fitnah adalah sebuah perbuatan yang dilakukan dengan usaha menyiarkan berita atau kabar yang tidak baik kepada orang lain (Hoax). Tanpa melihat kebenaran, dengan tujuan menghasut dan menghancurkan nama baik, fitnah dapat muncul dengan seketika menanamkan kebencian kepada orang lain.

Surat An Nur Ayat -19 :

اِنَّ الَّذِيۡنَ يُحِبُّوۡنَ اَنۡ تَشِيۡعَ الۡفَاحِشَةُ فِى الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا لَهُمۡ عَذَابٌ اَلِيۡمٌۙ فِى الدُّنۡيَا وَالۡاٰخِرَةِ‌ؕ وَاللّٰهُ يَعۡلَمُ وَاَنۡـتُمۡ لَا تَعۡلَمُوۡنَ

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar perbuatan yang sangat keji itu (berita bohong) tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, mereka mendapat azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”

Dalam surat tersebut dijelaskan orang yang melakukan fitnah akan rugi besar. Karena pelakunya akan mendapatkan dosa besar. Serta Allah maha adil dengan memberikan balasan yang diterima pelaku saat di dunia maupun di akhirat. Orang yang suka memfitnah, seolah-olah tak berdosa. Padahal perbuatan tersebut mengantarkan dirinya ke dalam jurang kehinaan di dunia ataupun akhirat.

Perbuatan seperti ini sangat dilarang dalam Islam, dan hukum dosa fitnah, dosa nya sangat besar.  Fitnah adalah perkara yang sangat fatal, sebab dan akibat dari fitnah akan mengakibatkan jatuhnya korban yang sungguh dahsyat, bukan saja nama orang yang difitnah itu mendapat aib, tetapi fitnah mengakibatkan lenyapnya suatu bangsa, dengan fitnah manusia akan saling mencaci, memaki dan bunuh membunuh walau sesama Islam.

Sejarah Islam telah mencatat bukti kejamnya fitnah, yang terjadi dimana tiga orang Khalifah Islam menjadi korban fitnah, seperti terbunuhnya Khalifah Umar ibnu Khattab, terbunuhnya Khalifah Usman bin Affan, terbunuhnya Khalifah Ali bin Abi Thalib dan juga zuriat (keturunan) Nabi Muhammad,SAW sendiri yang dibunuh dengan sadis dan kejam oleh manusia-manusia menyebarkan fitnah.

Sebenarnya, seseorang yang sedang memfitnah orang lain berarti ia sedang mencelakai dirinya sendiri. Meski kerap tidak disadari, tapi cepat atau lambat Allah pasti akan membalas seseorang yang memfitnah orang lain.

Allah berfirman, Fitnah itu besar (kejam) dari melakukan pembunuhan.” (QS. Al-Baqarah: 217).

Sementara dalam Al-Qur’an, Allah memperingatkan kepada manusia bahwa fitnah adalah salah satu perbuatan yang disukai setan.

Allah berfirman, “Maukah Aku beritakan kepadamu, kepada siapakah setan-setan itu selalu turun? Mereka turun ke tiap-tiap pendusta yang berdosa, yang mendengar sungguh-sungguh (apa yang disampaikan oleh setan-setan itu) sedangkan kebanyakan beritanya adalah dusta.” (QS. Asy-Syuras: 221-223).

Dari ayat-ayat Al-Qur’an dan hadis di atas, berikut ini adalah bahayanya fitnah:

1. Dapat Memutus tali Silaturahmi

Menjaga tali silaturahmi adalah sebuah kewajiban setiap orang yang beriman. Akan tetapi, fitnah bisa memutus ikatan silaturahmi tersebut karena menimbulkan suatu kesalahpahaman.

2. Menyebabkan Kesengsaraan

Kesengsaraan bagi orang yang difitnah sudah pasti terjadi. Sebab, orang yang sebenarnya tidak melakukan sesuatu yang buruk tetapi dianggap buruk oleh orang lain.

3. Bisa Mendatangkan Musibah

Allah Swt berfirman, Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu. (QS. Al-Hujurat: 6).

4. Menimbulkan Penyakit Hati

Allah Swt berfirman, “Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta. (QS. Al-Baqarah: 10).

5. Diancam Neraka Jahanam

Allah berfirman, Maka nyatalah bahwa tidak ada yang lebih zalim dari orang yang mereka-reka perkara-perkara yang dusta terhadap Allah, dan mendustakan sebaik-baik saja kebenaran itu disampaikan kepadanya. Bukankah (telah diketahui bahwa) dalam neraka Jahanam tersedia tempat tinggal bagi orang-orang kafir?” (QS. Az-Zumar: 32).

Itulah betapa bahayanya fitnah yang sudah pasti akan menimpa orang lain dan diri sendiri. Semoga Allah selalu melindungi kita dari segala jenis fitnah. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed