oleh

Tahanan Polres Taput Meninggal, Kapolres Akan Tindak Anggota yang Tidak Sesuai SOP

Ket photo : Kapolres Taput, AKBP Ronald Sipayung.

Taput, Sumut – Beritainvestigasi.com. Terkait meninggalnya tahanan kasus Narkoba Polres Tapanuli Utara, Daniel Silitonga (33), akhirnya Kapolres Taput AKBP, Ronald Sipayung angkat bicara.

Menurutnya, kalau penyebab kematian merupakan kesalahan Standar Operasional Prosedur (SOP) maka dirinya akan menindak anggota yang melanggar. Dimana tim Propam Polda dan Propam Taput sudah memeriksa personil dan penyidik.

“Saya sebagai Kapolres menjamin bahwa anggota yang melakukan tindakan yang tidak profesional dan tidak sesui dengan SOP, akan kita tindak sesuai dengan aturan hukum yang berlaku,” ujar Kapolres Taput, AKBP Ronald FC Sipayung di Tarutung. Selasa (19/10/2021).

Dibeberkannya, untuk mengetahui lebih pasti penyebab kematian yang bersangkutan memang harus menunggu hasil pemeriksaan Propam dan autopsi dari Rumah Sakit Bhayangkara Medan.

“Jadi kita masih menunggu hasil pemeriksaan Propam dan autopsi dari Rumah Sakit Bhayangkara. Informasinya dari rumah sakit bhayangkara hasil autopsi ini paling lama 2 minggu atau 14 hari namum bisa juga lebih cepat. Apalagi saya juga ingin supaya hasilnya bisa cepat keluar, sehingga nanti kami bisa segera mengambil langkah tindaklanjut dan keluargapun bisa puas dengan adanya hasil yang dikeluarkan oleh rumah sakit,” ucapnya.

Sebelumnya, mendiang Daniel Silitonga berhasil di tangkap Opsnal Sat Narkoba Polres Taput, Rabu (13/10/2021) dan setelah resmi ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan bukti permulaan yang cukup dilakukan penahanan, Kamis (14/10/2021).

Kemudian menurut keterangan Kapolres, saat tersangka dimasukkan ke dalam sel, Kamis, tidak ada keluhan sakit namum keadaanya sehat – sehat dan digabungkan dengan temannya sekitar empat orang. Dimana dari pengakuan temannya, saat mereka di dalam sel buka baju dan ngobrol dan tidak ada ditemuan hal-hal aneh di dalamnya.

Namum, Jumat (15/10/2021) sekira Pukul 11.00 WIB, tersangka mengeluhkan sakit sesak yang kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Umum Tarutung, naas setibanya di rumah sakit tersangka meninggal dunia. (Erwin Nababan).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed