Tipu Korban Puluhan Juta,Oknum Bidan di Kalianda Dilaporkan ke Polda Lampung

Tipu Korban Puluhan Juta,Oknum Bidan di Kalianda Dilaporkan ke Polda Lampung

Lampung SelatanBeritainvestigasi.com. Tak Jera, Oknum ASN Bidan Desa pada Kelurahan Bumi Agung/Puskesmas Kalianda Lampung Selatan berinisial NAL diduga melakukan penipuan kembali. Kali ini korbannya adalah seorang Bidan Praktik Mandiri (BPM) di Kalianda, EP yang dijanjikan dapat menjadi Honorer Daerah (Honda) Pemda Lampung Selatan.

Korban EP diminta untuk membayar sebersar Rp. 25.000.000 dengan cara dicicil 2 (dua) kali.

Pertama, uang tunai sebesar Rp. 15.000.000 pada tanggal 30 Mei 2022 yang diterima langsung Oknum ASN (Bidan NAL-red). Kemudian, Ia meminta uang tambahan untuk memuluskan penempatan pada Puskemas Kalianda sebesar Rp. 1.500.000 pada tanggal 06 Juni 2022, lalu pada tanggal 25 November 2022, Bidan NAL menghubungi korban EP memberitahu bahwa SK Honor Daerah (Honda) sudah keluar dan segera untuk melunasi sisa uang pembayaran sebesar Rp. 10.000.00 Via Transfer ke Nomor Rekening Budi Santoso (Budi Santoso Honorer Pada Dinas PMD Lampung Selatan). Total uang yg telah diserahkan seluruhnya Rp. 26.500.000.

Karena merasa Tertipu, Korban melaporkan kasus ini didampingi oleh Kuasa Hukumnya,  Dedi Rahmawan, S.H., CM , pada hari Selasa, (17/10/2023).

Dedi Rahmawan, S.H., CM merupakan Kuasa Hukum yang juga sebagai Ketua Pusat Bantuan Hukum (PBH PERADI Kalianda) dan juga seorang Mediator bersertifikat Mahkamah Agung RI, Mediator Non Hakim pada Pengadilan Negeri Kalianda.

Korban melaporkan Kasus penipuan ke Mapolres Lampung Selatan LP/B/343/X/2023/SPKT/ POLRES LAMPUNG SELATAN/POLDA LAMPUNG karena SK (Surat Keputusan) Honor Daerah (Honda) yang dijanjikan oleh Oknum ASN Bidan Desa tersebut tidak kunjung datang sampai saat ini.

“Oknum ASN Bidan Desa (NAL) ini bukan hanya sekali ini saja melakukan dugaan penipuan. Sebelumnya, Oknum Bidan tersebut sudah pernah dilaporkan juga dengan LP/B/121/V/2023/SPKT/POLRES LAMPUNG SELATAN/POLDA LAMPUNG. Serta pernah diperiksa Inspektorat Pemda Lampung Selatan dan dijatuhi Hukuman Disiplin Berat yaitu Penurunan Jabatan setingkat lebih rendah selama 12 (dua belas) bulan (PP 94 Tahun 2021 Tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil). Kebetulan Saya juga yang mendampingi sebagai Kuasa Hukum Korban sebelumnya,” ujar Dedi.

“Kami berharap sekali Keadilan berpihak kepada Korban. Kami juga meminta kepada rekan kami yaitu Polri, untuk bekerja secara Profesional agar tidak ada korban-korban lain dikemudian hari dan membuka terang siapa saja yang terlibat dalam perkara ini,” ungkap Dedi Rahmawan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *