
Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Muhammad Jamaludin 1 Sukadana.
Kayong Utara, Kalbar – Beritainvestigasi. com. Salah seorang keluarga pasien Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Muhammad Jamaludin I merasa kecewaan atas buruknya kinerja pelayanan oknum Bidan yang bertugas, hal itu dituangkan melalui unggahan di akun Facebook nya Hikmatul pada Jumat(26/05/2023).
Ungkapan kekecewaan itu lantaran dirinya merasa kecewa atas pelayanan yang dinilai buruk dan tidak beretika, saat adik kandungnya melahirkan di Rumah sakit tersebut.
Unggahan tersebut menjadi viral dan mendapat berbagai tanggapan dari warga net, dalam waktu 10 jam sudah 170 komentar dan berkali kali dibagikan.
Hikmah Munawaroh kepada media ini menuturkan, kronologis kejadian yang ia alami saat berada di Rumah sakit mendapat pelayanan dan bahasa yang sangat tidak baik.
“Adik saya masuk rumah sakit jam 9, dan masuk ruang bersalin jam 11, melahirkan jam 5 lewat 7 menit. Saat itu saya gantian dengan mak saya dan ada seorang bidan yang raut wajahnya sangat sadis, dan melontarkan pertanyaan kepada saya seperti saya seorang pencuri. Namun hal itu tidak saya ambil hati dan tetap mengikuti aturan yang diberlakukan di rumah sakit. Namun si bidan itu melontarkan kata kata yang sangat kasar dan tidak beretika, ” tutur Hikmah saat dihubungi melalui sambungan WhatsApp Jumat (26/05) pagi.
Menurut Hikmah, ia juga sudah menyampaikan kepada oknum Bidan agar jangan membentak kalau berbicara, namun si oknum tetap pada keangkuhannya.
” Saya sudah sampaikan pada bidan itu, kalau berbicara yang pelan dan jangan membentak, bahkan si bidan berlaku kasar terhadap ponakan saya yang baru lahir, hanya saya tidak mau memvideokan, karena saya masih berfikir khawatir nanti membuat warga jadi takut saat akan melahirkan di Rumah Sakit, ” lanjutnya.

Dari kejadian itu, Hikmah berharap adanya perbaikan dalam sistem pelayanan agar masyarakat yang hendak berobat atau berkunjung ke Rumah sakit merasa nyaman dan mendapat pelayanan yang baik.
” Kami sadar meskipun kami ini pasien BPJS, namun kami juga berhak mendapat pelayanan yang baik. Harapan saya Kayong utara ni seharusnya memang harus ada forum kuat yang menampung rasa kekecewaan baik kecewa dalam pelayanan rumah sakit maupun hal apapun. Jadi tempat penampungan atau tempat pengaduan itu bisa menerima tampungan dan bisa membantu menindak lanjuti hal-hal seperti yang saya dan kawan-kawan lain alami,” ujar Hikmah.
Hikmah mengatakan, bahwa kekecewaan yang ia rasakan juga sama dirasakan oleh warga lain yang pernah menjadi pasien.
” Kekecewaan saya dan kawan-kawan rasakan ini bukan karena sensitif nya pihak rumah sakit dan sensitif nya pihak kami, tapi rasa saya ini karna beberape oknum yang kerja di RS tu yang tidak layak dipekerjakan dan tidak cocok kerja di RS karena kurangnga etitut bahasa yang bisa-bisanya merugikan pihak RS. Mohon kawan-kawan bantu saya untuk bisa merubah pola sistem kinerja pelayanan (pembantu) rumah sakit kita, agar rumah sakit kita tidak jadi rumah ANGKER, takutnya nanti ada orang luar yang ke RS tapi pelayanan RS kayak gitu yang malukan KKU, ” tutupnya.
Sementara itu, Direktur RSUD. Sultan Muhammad Jamaludin I Sukadana menerangkan, bahwa pihaknya telah menghubungi Hikmah untuk mengetahui kronologisnya serta akan mengadakan evaluasi terkait kinerja pelayanan.
“Kami sudah menghubungi yang bersangkutan melalui humas kami pak. Yang bersangkutan telah menyampaikan kronologi nya. Dan secara internal kami juga sudah tindaklanjuti dengan lakukan evaluasi pelayanan, ” Jelas dr. Maria Fransisca., A.S.MARS Direktur Rumah Sakit di hubungi via WhatsApp.
Terhadap oknum bidan apakah akan diberikan sanksi atau teguran..??? dr. Sisca mengatakan akan menelusuri dahulu dan mengadakan rapat evaluasi.
“Kami akan lakukan telusur dahulu dan rapat evaluasi bersama tim sebagaimana protapnya. Jadi dapat mengetahui dari kedua pihak, ” pngkasnya.
Penulis: Verry















