Warga Pampang Kesulitan Air Bersih, Butuh Perhatian Pemerintah

Salah satu warga Dusun Pampang (Siswa) yang menunggu air mengalir.

Kayong Utara, Kalbar -Beritainvestigasi.com. Sejak terjadi longsor pada Kamis (14/07/2021) lalu, warga Desa Pampang Harapan kesusahan mendapat air bersih untuk kebutuhan konsumsi (masak dan minum).

Keluhan itu disampaikan Nameng warga RT 02 Dusun Pampang, Desa Pampang Harapan, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara.

Menjadi aneh kedengarannya jika warga di Pampang ini mengeluh kesulitan mendapat air bersih, pasalnya di Desa Pampang ini merupakan lokasi Sumber air bersih. Yang mana ada dua Perusahaan Air Mineral dari Kabupaten Ketapang (HS dan Tirkana) mengambil pasokan dari desa tersebut. Namun inilah fakta yang terjadi, sejak terjadi longsor hingga hari ini sebagian besar warga jadi kesulitan mendapat air bersih untuk kebutuhan sehari hari, terutama untuk memasak dan minum.

Warga mengeluh sejak pasca terjadinya longsor, sumber tampungan air warga tertimbun sehingga air tidak mengalir ke rumah rumah warga.

Warga sudah berupaya memperbaiki dengan cara bergotong royong, namun keterbatasan alat membuat warga kewalahan dan butuh perhatian dari Pemerintah untuk mengatasi permasalahan tersebut.

“Sejak terjadi longsor beberapa bulan yang lalu hingga hari ini, kami warga di sini jadi kesulitan mencari air bersih khususnya untuk masak dan minum, karena air yang awalnya mengalir dari mata air di bukit sekarang sudah tertimbun. Adapun yang mengalir airnya tidak bisa di konsumsi karena berbau bangar (Amis) itupun tidak lancar,” tutur Nameng saat ditemui dikediamannya. Selasa (19/10/2021).

Untuk memenuhi kebutuhan warga harus mencari sumber (mengangkut) di tempat lain.

” Kami di sini terpaksa mengangkut ke tempat lain yang cukup jauh, kasian dengan anak-anak sekolah yang tiap pagi saat hendak ke sekolah harus mengangkut air lebih dahulu, sebagian warga mengkonsumsi air hujan,” ujar nameng.

Menurut Nameng, untuk menanggulangi kebutuhan warga perlu adanya perhatian dan bantuan Pemerintah.

” Untuk mengatasi masalah ini perlu perhatian Pemerintah, karena butuh dana yang cukup besar, karena pipa banyak tersumbat, dan pembersihan di Broncap yang harus menggunakan alat berat dan mungkin harus ada penggantian Pipa, karena Pipa yang ada sudah tertimbun dan tersumbat,” tambahnya

Apa yang disampaikan Nameng di benarkan oleh M.Nasir warga setempat.

” Memang betul apa yang disampaikan Nameng tadi, kami di sini sudah beberapa bulan ini kesulitan mendapat air bersih untuk kebutuhan, tiap bangun pagi kami harus angkut air, karena air yang mengalir ke rumah sudah macet dan airnya berbau,” timpal M. Nasir.

“Kami berharap, tolonglah kepada Pemerintah perhatikan keluhan kami ini, sejak kejadian longsor hingga hari ini kami belum pernah mendapat bantuan apapun. Waktu kejadian, rumah-rumah kami habis dimasuki lumpur hingga tinggi mencapai 30 centi bahkan ada yang sampai selutut. Untuk itu kami mohon Pemerintah Daerah mencarikan solusi buat masyarakat di Pampang ini,” ucap M Nasir Penuh berharap.  (Vr)


Catatan : Redaksi membuka ruang seluas-luasnya bagi pihak yang merasa dirugikan atas pemberitaan ini dengan menggunakan Hak Jawab sebagaimana diatur dalam UU No.40 Tahun 1999 tentang Pers.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *