Tokoh Agama di Manado Minta Ditutup Judi Berkedok Pasar Malam di Mega Mas

Manado, Sulawesi Utara2019 Dilihat

Manado, Sulut – Beritainvestigasi.com.
Tokoh Agama mengecam praktik judi berkedok Pasar Malam di Kota Manado.
Seperti diungkapkan Imam Masjid Alikhlas, Ridwan Sulaiman yang menyesalkan aktifitas Rolet di pasar malam.

“Itu adalah bentuk perjudian yang dilarang oleh agama manapun, apalagi dalam bulan suci Ramadhan,” katanya. Selasa (05/04/2022).

Ridwan menyatakan kehadiran pasar malam harusnya menampilkan aksi yang menghibur masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat, bukan malah menghabiskan uang masyarakat.

“Yang pergi ke pasar malam itu, selain orang dewasa, ada anak-anak sekolah. Tentu aktifitas perjudian yang disajikan di tempat tersebut akan berdampak buruk bagi pembentukan karakter anak. Sebab anak-anak akan dengan mudah menirukan hal-hal yang mereka lihat,” ujarnya

Ridwan menyayangkan kegiatan tersebut terkesan dibiarkan, malah diadakan di lokasi Mega Mas dan Boulevar Dua sSndulang.

“Bukannya Kota Manado Kota Religius, malah disajikan rolet. Mau jadi apa mereka nanti?” tanyanya.

Ridwan berharap agar aktifitas tersebut dapat segera ditertibkan sebab tidak bermanfaat.

“Kalau aktifitasnya positif semisal kuliner atau panggung kesenian, tentu kita dukung. Tetapi kalau judi, saya rasa kita semua tahu hal tersebut dilarang agama dan hukum,” tandasnya

Pemimpin Ordo OFS Sibolga, Suster Martina Mendrofa, juga menyayangkan aktivitas pasar malam tersebut dilaksanakan di masa umat Katolik sedang dalam masa menyongsong Paskah dan umat Islam ibadah Puasa.

“Sayang sekali, seperti ada kesan dibiarkan karena sudah berlangsung beberapa minggu, padahal ini masa puasa. Harusnya umat Katolik dan Islam mempersiapkan diri dengan baik, bukan malah melakukan berjudi di arena pasar malam. Saya secara pribadi, tidak setuju aktifitas tersebut dilaksanakan,” tegasnya.

LSM Peduli Rakyat menilai, semestinya Pemkot Manado dan pihak berwajib mengawasi secara ketat setiap pelaksanaan hiburan. “Jangan sampai ada perjudian atau aktifitas lain yang tidak mendidik, malah berakibat buruk pada masyarakat.

“Seharusnya kegiatan yang didorong adalah kegiatan pendidikan yang positif dan akan membetuk karakter generasi muda atau mendorong peningkatan ekonomi masyarakat,” harapnya.

“Kalau dibiarkan, kegiatan tersebut berpotensi mengganggu hubungan sosial dan hubungan antar pribadi. Banyak uang akan terbuang di tempat tersebut. Padahal masyarakat banyak yang mengaku kurang mampu, dibuktikan dengan jumlah penerima bantuan sosial dari pemerintah, tapi mengapa pasar malam selalu ramai?” tambahnya.  (David).

Editor : Wesly (Asesor Sertifikasi Kompetensi Wartawan/SKW).


Catatan : Redaksi membuka ruang seluas-luasnya bagi pihak yang merasa dirugikan atas pemberitaan ini dengan menggunakan Hak Jawab sebagaimana diatur dalam UU No.40 Tahun 1999 tentang Pers.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *