
Manado, Sulut – Beritainvestigasi.com.
Mafia BBM bersubsidi Solar di SPBU semakin marak. Hal itu bermula diketahui adanya aduan masyarakat yang semakin sulit mendapatkan BBM subsidi, solar. Atas aduan tersebut, Tim Investigasi Lembaga Perlindungan Konsumen, Wisye Maramis sebagai Wakil Sekertaris melakukan pengembangan dengan menyusuri SPBU yang berada di wilayah Kota Manado.
Ia menjelaskan, modus operandi para pelaku sangat profesional. Ada struktural pembagian wilayah kerja di lapangan dan bagian pengawasan serta keamanan.
“Sangat terukur dan terstruktur rapih kerja mereka, itu bisa dikatakan profesional lah.“ kata Wakil Ketua LSM LAMI Sulut, Jaino melalui ponsel, Senin (26/09/2022).
Jaino juga menggambarkan mekanisme para pelaku membeli solar maupun solar bersubsidi di SPBU resmi dengan menggunakan armada Truk dan sejenisnya, bahkan ada juga mini bus yang dimodifikasi di dalamnya.
“Banyak temuan dari tim investigasi kami di lapangan. Jenis kendaraan mereka macam–macam, ada yang gunakan jenis engkel box yang di dalamnya tersusun rapih beberapa kempu penampung solar hingga mencapai 1 ton. Bahkan ada juga kendaraan mini bus elf yang dimodifikasi,“ jelasnya.

Lanjutnya, pencurian BBM bersubsidi seperti itu jelas merugikan Negara. Pasalnya hasil curian yang berton–ton subsidii solar dijual kembali ke berbagai perusahaan Industri dengan harga non subsidi.
“Bayangkan, jika mereka menjualnya hingga Rp. 14.000 sampai 20.000 per liter, berapa duit keuntungan yang mereka keruk,“ ulas Jaino.
Lebih lanjut Jaino mengungkapkan, dalam operasi kerja para pelaku pencuri solar bersubsidi melakukan pengisian solar di SPBU resmi, komplotan ini berbagi peran. Ada yang berperan sebagai pembeli solar di berbagai SPBU, ada yang mengawasi dan ada yang bagian mengkondusifkan di lapangan.
Sambung Jaino, adapun bos besar mereka dan yang membekingi dari Oknum Aparat biasanya tidak muncul jika tidak terjadi permasalahan yang benar–benar krodit di lapangan.

“Biasanya mereka ada bos besarnya dan pembekingnya, beking mereka itu kebanyakan dari oknum aparat. Persoalan adanya ikut campur tangan oknum Pertamina, itu kita belum dapati laporan di lapangan,“ ucapnya.
Jaino mengharapkan Aparat Penegak Hukum (APH) segera melakukan penindakan tegas terhadap para pencuri BBM bersubsidi solar dan menutup ijin SPBU yang menjadi tempat penyedotan solar subsidi di wilayah Kota Manado. Adapun lokasi SPBU yang diduga tempat para mafia BBM melakukan aktitasnya yaitu, SPBU Kairagi, SPBU Paal Dua, SPBU Kombos, SPBU Politehnik, SPBU Winagun, SPBU Sario, SPBU Kolongan, SPBU Rind Road .
Nama-nama yang diduga sebagai mafia solar bersubsidi di Kota Manado yang sering berkeliaran yakni, Fokla, Jery, Supono, Dani, Andi. Disinyalir, merekat sangat kebal hukum.
Hingga berita ini ditayangkan, Redaksi Beritainvestigasi.com masih kesulitan meminta keterangan dari nama-nama yang diduga sebagai mafia solar. (David)
Editor : Wesly (Asesor Sertifikasi Kompetensi Wartawan/SKW).














