
Lampung Barat – Beritainvestigasi.com. Pemerintah Pekon Purawiwitan tetapkan dan laksanakan Rembug Stanting di Kantor Balai Pekon Purawiwitan dan Penanganan Stanting sebagai prioritas. Kamis (11/01/2024).
Rembug stanting percepatan penurunan stunting diselenggarakan oleh Pemerintah Pekon Purawiwitan, untuk mengevaluasi pelaksanaan dan kemajuan percepatan penurunan stunting. Selain itu tujuan dari rembug stanting juga untuk menguatkan kolaborasi multi pihak untuk mencapai target penurunan stunting di tahun 2024 yang ada di Pekon Purawiwitan.
Hadir dalam acara tersebut, Peratin Pekon Purawiwitan, Karyanto, Camat Kebun Tebu, Ernawati, S.E, Kepala BPP, Kecamatan Kebun Tebu, Yazit, S.P. Ketua LHP Pekon Purawiwitan, Mulyadi, Pendamping Desa, Kepala Puskesmas Kebun Tebu, Kasubag Keuangan, Bidan Desa, Perawat Desa, Ketua TP-PKK Puraiwitan Aparatur Pekon, Para Kader Pekon Purawiwitan, Bhabinsa, Bhabinkamtibmas.
Karyanto, S.E. menyampaikan. sebagai salah satu bentuk komitmen untuk mempercepat penurunan stunting, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.

Ia juga mengatakan, upaya percepatan penurunan stunting terus dilakukan oleh Pemerintah Pekon Purawiwitan, dengan mewujudkan kovergensi Pemerintah Daerah, hingga tingkat desa, sampai stunting tidak lagi menjadi masalah kesehatan Masyarakat di Purawiwitan
Selain penanganan stanting. Karyanto juga menyampaikan, bahwa di dalam Musyawarah Perencanaan Pembagunan Desa (Musrenbangdes) dan ini digelar dalam ragka membuat rancagan kerja Pemerintah Desa (RKP) Pekon Purawiwitan untuk tahun 2024. Pemerintah Pekon sangat mendukung adanya usulan dari masyarakat untuk sama-sama membangun dan mengawasi pembagunan yang ada di Pekon Purawiwitan.
Dijelaskannya, dalam Musrenbangdes sebagai proses dalam perencanaan pembangunan yang sangat penting. Tidak hanya itu, Musrenbangdes juga memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk berkontribusi dalam merumuskan program dan proyek yang sesuai dengan kebutuhan lokal. Disamping itu juga, untuk menggali potensi dan aspiraai masyarakat yang sering sekali tidak terdegar.
Ernawati menambahkan, untuk penanganan stanting bukan dilakukan di Puskesmas saja, tingkat Pekon pun harus ikut serta dalam penanganan-penanganan stanting.

Dijelaskannya, kita semua sama-sama untuk berupaya optimalisasi salah satunya dengan. Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang diberikan yaitu. Nasi, Sop Ceker, Wortel, Buncis, Hati Ayam Goreng, Tahu Bacem, Snack Puding, Pepaya dan Susu Kotak.
“Salah satu penanganan pertama yang bisa dilakukan untuk anak stunting yaitu memberikan pola menu makan siang dengan gizi seimbang,” terangnya.
“Semua yang diberikan tidaklah sulit. Semua berbahan pangan lokal dan jangan lupa untuk konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) bagi Remaja Putri masih rendah, masih perlunya edukasi tentang pentingnya imunisasi dan ASI Eksklusif yang belum Adekuat,” pungkas Ernawati.














