
Perwakilan Kalimantan Barat berfoto bersama Menteri Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Dato Seri Setia Awang Haji Nazmi bin Haji Mohamad dan Ketua Pusat Sjarah Brunei Dr Haji Muhammad Hadi bin Muhammad Melayong Sabtu 27 April 2024.
Kayong Utara, Kalbar – Beritainvestigasi.com Brunei Darussalam Ingin Kerjasama antar Pulau Borneo dapat terus terjalin dengan baik. Adanya hubungan sejarah dan Budaya antara Kerajaan Brunei, Serawak dan Kalimantan diharapkan mampu membawa nama Pulau Borneo menjadi mercusuar dunia.
“Kami berharap melalui Kegiatan ini masyarakat dapat memahami pentingnya penelitian sejarah Kalimantan, untuk melestarikan warisan Kalimantan untuk generasi sekarang dan mendatang.” Jelas Kepala Pusat Sejarah Brunei Dr Haji Muhammad Hadi bin Muhammad Melayong, Sabtu 27 April 2024.
kegaiatan yang diberi judul ‘Borneo, Pulau Sejarah’ dianggap sebagai proyek akademis dan pertama kali digawangi oleh Pusat Sejarah Brunei (PSB) melalui Pusat Penelitian Kalimantan (penBorneo).
Kegiatan dibuka oleh Menteri Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Dato Seri Setia Awang Haji Nazmi bin Haji Mohamad.
Hadir mewakili Kalimantan, M. Natsir peneliti Sejarah dan Budaya Kota Pontianak, Kepala BKPSDM Kayong Utara, Jumadi Gading dan Puan Hamidah yang berprofesi sebagai Guru di SMKN 4 Pontianak. Ketiganya didaulat menyampaikan materi bersama perwakilan dari Malaysia dan Brunei. Hadir juga Duta Besar RI untuk Brunei Darussalam, Dr. Achmad Ubaedillah.
Kegiatan kali ini mengangkat tema Sejarah Pemberdayaan Hubungan Kalimantan. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan materi penelitian penting dapat disebarluaskan dengan baik.
Acara juga menampilkan peluncuran Galeri Pameran Citra Borneo,
dan peluncuran buku baru Dari Jendela Borneo.
Jumadi Gading perwakilan dari Kayong Utara merasa bersyukur dapat hadir dalam undangan tersebut.
“Alhamdulillah kita disambut baik di sana, kami juga dapat berbagi cerita tentang khazanah budaya dan sejarah yang ada di Sukadana,” tutup Jumadi. (007)
Verry









