Satgas Pangan Polres Probolinggo Kota Cek Harga dan Stok Sembako Jelang Ramadan, Pedagang Diingatkan Tak Bermain Harga

Jawa Timur228 Dilihat

Probolinggo, Jawa Timur– Beritainvestigasi.com (10 Febuari 2026) Menjelang Ramadan 1447 Hijriah, Satgas Pangan Polres Probolinggo Kota melakukan pengecekan langsung terhadap ketersediaan dan harga bahan pokok penting (bapokting) di Pasar Baru Kota Probolinggo, Jumat (6/2/2026). Langkah ini dilakukan guna memastikan stok pangan aman serta harga tetap stabil bagi masyarakat.

Pengecekan dipimpin oleh jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Probolinggo Kota melalui Unit II Tindak Pidana Tertentu (Tipidter), dengan menyasar kios-kios pedagang bahan pokok di Pasar Baru yang berlokasi di Jalan Cut Nyak Dien, Kecamatan Kanigaran.

Kasatreskrim Polres Probolinggo Kota melalui Kanit II Tipidter, IPDA Iwan Hardi, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan langkah preventif untuk mengantisipasi lonjakan harga serta mencegah praktik penimbunan menjelang bulan suci Ramadan.

“Kami turun langsung ke lapangan untuk memastikan stok bahan pokok mencukupi dan harga masih dalam batas kewajaran. Ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam menjaga stabilitas pangan dan melindungi masyarakat,” ujar IPDA Iwan Hardi.

Ia menegaskan, Satgas Pangan tidak akan ragu mengambil tindakan tegas apabila ditemukan pelanggaran yang merugikan konsumen.

“Kami mengingatkan kepada para pedagang dan distributor agar tidak melakukan penimbunan maupun menaikkan harga secara tidak wajar. Jika ditemukan pelanggaran, tentu akan kami tindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Berdasarkan hasil pemantauan, ketersediaan bahan pokok di Pasar Baru Kota Probolinggo terpantau aman dan mencukupi. Sejumlah komoditas masih dijual dengan harga relatif stabil, di antaranya beras premium Rp14.900 per kilogram, gula pasir Rp17.500 per kilogram, minyak goreng Minyakita Rp15.700 per liter, serta telur ayam ras Rp30.000 per kilogram.

Namun demikian, petugas mencatat adanya kenaikan harga pada komoditas cabai rawit merah yang mencapai Rp82.167 per kilogram. Kenaikan tersebut disebabkan oleh faktor cuaca ekstrem yang berdampak pada menurunnya hasil panen petani.

“Tingginya curah hujan dan dampak badai siklon mengakibatkan sebagian petani mengalami gagal panen, sehingga pasokan berkurang dan harga cabai mengalami kenaikan,” jelas IPDA Iwan.

Meski terdapat kenaikan harga pada komoditas tertentu, Satgas Pangan memastikan tidak ditemukan adanya kelangkaan bahan pokok maupun indikasi penimbunan di wilayah Kota Probolinggo.

Polres Probolinggo Kota juga menegaskan bahwa pengawasan akan terus dilakukan secara berkala selama Ramadan guna menjaga stabilitas harga dan kelancaran distribusi pangan.

“Kami akan terus memantau perkembangan di lapangan serta berkoordinasi dengan instansi terkait agar distribusi bahan pokok tetap lancar dan masyarakat tidak perlu khawatir,” pungkasnya.

Irf/Red


Catatan : Redaksi membuka ruang seluas-luasnya bagi pihak yang merasa dirugikan atas pemberitaan ini dengan menggunakan Hak Jawab sebagaimana diatur dalam UU No.40 Tahun 1999 tentang Pers.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *