Diduga PKS PT Dolok Seribu Cemari Lingkungan, Warga Sekitar Bahal Batu Mengaku Hidup dalam Kepungan Asap dan Abu

Simalungun, Sumatera Utara–  Beritainvestigasi.com Warga Dusun Huta I, Nagori Bahal Batu, Kecamatan Hutabayuraya, Kabupaten Simalungun, mengeluhkan dugaan pencemaran lingkungan yang ditimbulkan aktivitas Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Dolok Seribu. Asap, abu, dan aroma menyengat yang disebut muncul hampir sepanjang hari dinilai telah mengganggu kesehatan serta kenyamanan masyarakat. (6/8/2026)

Muslim Purba (50), warga Huta I, kepada media ini mengatakan jika serbuk hitam dari cerobong pabrik hampir setiap hari menutupi halaman hingga masuk ke dalam rumahnya. Menurutnya, kondisi tersebut membuat dirinya serta warga lain harus terus membersihkan rumah. Tak hanya itu, asap yang diduga berasal dari aktivitas pabrik tersebut  dikhawatirkan berdampak pada kesehatan warga.

“Setiap hari kami menyapu, tetapi tetap kotor lagi. Abu dari cerobong masuk ke rumah. Asapnya juga membuat anak-anak sering batuk dan sesak napas,” ujarnya, Kamis (6/8/2026).

Keluhan serupa disampaikan warga lainnya. Mereka mengaku sejak pabrik beroperasi, bau tidak sedap yang diduga berasal dari proses produksi maupun limbah kerap tercium dari pagi hingga malam hari.

Selain polusi udara, warga juga mengkhawatirkan potensi pencemaran Sungai Bahbolon yang selama ini menjadi sumber air dan lokasi mencari ikan bagi masyarakat sekitar.

“Kalau sungai itu tercemar, kami mau mendapatkan air bersih dan mencari ikan di mana?” kata seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Hingga berita ini ditulis, pihak manajemen PT Dolok Seribu belum memberikan keterangan terkait keluhan warga mengenai emisi, abu, aroma menyengat, maupun dugaan pencemaran lingkungan.

Masyarakat berharap instansi terkait, termasuk Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Simalungun, segera melakukan inspeksi lapangan, pengujian kualitas udara, pemeriksaan emisi cerobong, serta audit pengelolaan limbah untuk memastikan aktivitas perusahaan telah memenuhi ketentuan lingkungan yang berlaku.

Warga menegaskan mereka tidak menolak investasi maupun pembangunan. Namun, mereka berharap aktivitas industri tetap mengutamakan perlindungan lingkungan dan hak masyarakat untuk memperoleh udara bersih serta lingkungan yang sehat.

Pangulu Bahal Batu, Ajis Manurung melalui no wats’up pribadinya pada Kamis pagi ( 6/8) telah dikonfirmasi terkait keluhan warganya tersebut namun hingga berita ini di publis belum memberikan tanggapan. (Red)


Catatan : Redaksi membuka ruang seluas-luasnya bagi pihak yang merasa dirugikan atas pemberitaan ini dengan menggunakan Hak Jawab sebagaimana diatur dalam UU No.40 Tahun 1999 tentang Pers.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *