oleh

Akibat Belum Membayar 30 Ton Beras, Akhirnya Sumarnu Dilaporkan ke Polisi

 

Way Kanan, Lampung – Beritainvistigasi.com. Dugaan penipuan pembelian beras yang dilakukan seorang Oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Pengairan di Kecamatan Banjit, Kabupaten Way Kanan, diketahui setelah Oknum ASN yang bernama Sumarnu dilaporkan ke Polisi atas dugaan penipuan dan penggelapan 30 ton beras dengan nilai total Rp. 241.000.000.

Adapun kronologis kejadian yang diperoleh awak media ini, bahwa Oknum ASN di Dinas Pengairan yang bernama Sumarnu pada tanggal 25 Maret 2021 membeli beras sebanyak 10 ton dari Pujianto (penjual) seharga Rp.79.000.000, namun belum dibayar.

Kemudian, pada tanggal 28 Maret 2021, Sumarnu kembali datang ke rumah Pujianto dengan tujuan membeli beras kembali sebanyak 10 ton lagi senilai Rp . 81.000.000, ini juga sama, belum dibayar.

Selanjutnya, pada tanggal 30 Maret 2021 Sumarnu kembali datang ke Pujianto untuk membeli beras sebanyak 10 ton lagi, dengan nilai Rp.81.000.000. Ini juga tidak dibayar.

Dikarenakan Sumarnu belum juga membayar, Pujianto mengambil inisiatif dan mempertanyakan perihal pembayaran beras sebanyak 30 ton kepada Sumarnu, akan tetapi jawaban yang diterima Pujianto dari Sumarnu; gampang!

Karena tidak ada kepastian pembayaran dari Sumarnu, Pujianto akhirnya membuat surat perjanjian pelunasan beras yang sudah diambil oleh Sumarnu sebanyak 30 ton tersebut dengan total Rp. 241.000.000.

Dengan adanya surat perjanjian tersebut, pada tanggal 30 Maret 2021, Sumarnu kemudian memberikan pembayaran sebesar  Rp.20.000.000.

Dalam surat perjanjian tersebut disebutkan bahwa Sumarnu akan membayar sisa uang pembayaran beras yang ia beli dari Pujianto pada tanggal 20 April senilai Rp.221.000.000.

Namun perjanjian tersebut hingga saat ini tidak kunjung dilaksanakan Sumarnu dengan bermacam alasan, hingga akhirnya Pujianto yang merasa dirugikan dan merasa ditipu oleh Sumarnu, menceritakan apa yang menimpa dirinya kepada awak media dan meminta untuk membatu persoalan penipuan yang menimpa dirinya.

” Saya merasa ditipu sama dia (Sumarnu-red), karena perjanjiannya sudah lama, seharusnya sudah dia bayar.
Tapi setiap saya tanya Sumarnu selalu menjawab belum ada, dan beras itu belum dibayar. Saya tidak mau taulah pak, orang dia sudah beli ya terserah mau dia apakan beras itu, yang pasti sekarang dia harus bayar uang beras yang dia beli dari saya itu,” kata Pujianto saat menceritakan kejadian yang menimpanya kepada awak media.

Dikarenakan tidak ada itikad baik dari Sumarnu, maka Pujianto yang didampingi oleh Indra Jaya pada tanggal 5 Oktober 2021, melaporkan tindakan yang dilakukan Sumarnu dengan dugaan penipuan ke Polres Way Kanan guna di proses secara hukum.

” Dengan surat tanda lapor : LP/B/538/X/2021/POLDA LPG/RES WK/SPKT, diharapkan Aparat Penegak Hukum (APH) dalam hal ini Polres Way Kanan dapat segera mengambil tindakan,” ujar Indra Jaya selaku orang yang diberi kuasa penuh oleh Pujianto untuk melaporkan perbuatan Sumarnu.

Hingga berita ini ditayangkan, Redaksi media ini belum memperoleh keterangan dari Sumarnu.  (M nasir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed