oleh

Apakah Good Attitude Penting Dalam Penilaian Kinerja Mahasiswa di Era 5.0?

 

Penulis :                                                      Lady Fitri Ayu Sihombing                      Mahasiswi STIE Pembangunan Tanjungpinang                                              Jurusan : Manajemen, Semester  5

Tanjungpimamg, Kepri – Beritainvestigasi.com. Di Era Society 5.0, Mahasiswa kini kian terpapar oleh perkembangan teknologi yang semakin canggih.

Perkembangan teknologi memang tak dapat dimungkiri setiap tahunnya. Munculnya berbagai produk digital disertai tren-tren teknologi virtual membuat mahasiswa mau tak mau dituntut untuk mengembangkan kemampuan dirinya sendiri. Semua orang berlomba-lomba mempelajari tentang Artificial Intelligence, Blockchain, Digital Marketing dan berbagai Soft Skills lainnya.

Para Mentor yang ahli di bidangnya mulai membuka kelas-kelas pelatihan online, bootcamp dan webinar-webinar penunjang kompetensi untuk umum. Siapapun dapat mengikutinya, dari golongan mahasiswa, pekerja, maupun ibu-ibu rumah tangga. Persaingan kian ketat. Semua dituntut untuk bergerak cepat dan barangsiapa yang tidak segera memulai, mereka mungkin akan ketinggalan jauh.

Di tengah gempuran dunia digital ini, apakah good attitude masih dipertimbangkan dalam penilaian kinerja para mahasiswa?
Good attitude atau yang lebih sering dikenal sebagai ‘berperilaku baik’ adalah tentang bagaimana seseorang memberi tanggapan ataupun reaksi terhadap lingkungannya dengan sifat dan tingkah laku yang baik.

Tahun-tahun terakhir ini banyak sekali isu-isu mengenai bad attitude yang kian muncul di sosial media. Tentang orang-orang yang menyebarkan komentar kebencian, melakukan pelecehan secara verbal, merekam dan mengambil gambar orang lain tanpa izin, menipu via online dan masih banyak lagi. Semua isu ini tak luput dari kemajuan teknologi yang sudah menyebar luas. Bukan hanya perihal umum, kadang kala orang dewasa dan orang yang berpendidikan tinggi pun tidak ada jaminan memiliki perilaku yang baik.

Pada dasarnya, good attitude wajib dimiliki oleh setiap orang. Seringkali kita mendengar guyonan internet yang sudah tersebar luas tentang ‘Good Looking aja nggak cukup kalau nggak punya attitude’. Apakah pernyataan itu benar?

Dalam hidup, menjadi seseorang dengan perilaku yang baik tidaklah sulit. Beberapa hal dasar tentang berperilaku yang baik justru terkadang terjadi dengan sendirinya tanpa kita sadari. Seperti terbiasa mengucapkan Maaf, Tolong dan Terima Kasih, tidak mengumbar aib seseorang, berkata jujur, tidak menyebarkan komentar kebencian, tidak merekam dan memotret orang lain tanpa izin, membiasakan diri untuk tepat waktu, mengembalikan barang ataupun uang yang telah dipinjam, tidak memandang rendah orang lain, menjadi pendengar yang baik dan lain sebagainya, sudah menjadi modal dasar kamu dalam berperilaku baik.

Apa sih manfaat berperilaku baik ini terutama bagi seorang mahasiswa?

Generasi muda terutama kalangan mahasiswa memegang peranan penting dalam kemajuan era society 5.0 ini. Munculnya berbagai aplikasi-aplikasi digital menjadikan para mahasiswa semakin mudah mengakses informasi, berkomunikasi dan meningkatkan kinerja dalam dirinya.

Dalam perkembangan zaman, siapa yang tidak bisa mengikuti arusnya, maka akan tenggelam. Oleh karena itu, seorang mahasiswa diharapkan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang ada agar mereka dapat menjadi pilar kemajuan bangsa.

Waktu bergerak dengan cepat. Mahasiswa di era society 5.0 dituntut untuk berubah setiap harinya dikarenakan masa yang cepat bergerak dan keadaan yang kian tidak pasti. Mereka di awang-awangi ketakutan setiap hari akan masa depan yang tak pasti. Lapangan pekerjaan kian sempit dan semua orang berlomba-lomba untuk menjadi versi terbaik dirinya agar tetap bertahan di dunia tanpa kepastian ini.

Namun, di antara semua fakta-fakta yang ada di depan mata, fakta bahwa kini dengan teknologi, mahasiswa dapat meningkatkan kemampuannya dengan lebih matang tanpa harus membayar mahal-mahal, pergi ke tempat kursus yang jauh, ataupun mengorbankan seluruh sumber daya untuk mencari informasi yang sulit. Sekarang mahasiswa dapat mengakses informasi dan menuntut ilmu dari internet. Banyak sekali kursus-kursus online yang gratis bertebaran di sosial media. Mahasiswa kini tidak lagi harus pergi jauh dari rumah demi menuntut ilmu yang lebih. Mereka cukup duduk di rumah, berbekal ponsel dan jaringan internet, mereka dapat mengakses ribuan ilmu yang mereka inginkan.

Perkembangan ini tentulah membawa dampak positif yang begitu besar bagi kehidupan mahasiswa zaman sekarang. Namun sekali lagi, dibalik manfaat positif yang hadir, banyak pula manfaat negatif atas perkembangan teknologi yang mengganas ini.

Generasi-Z sekarang adalah generasi dengan jumlah orang terbanyak di Indonesia. Yang mana itu berarti, banyak sekali orang-orang yang lahir pada tahun 1997-2012. Mirisnya, karena perkembangan teknologi, zaman sekarang anak-anak bahkan sudah diberi ponsel. Hal ini tentulah perilaku tidak tepat karena paparan dari ponsel dan internet, dapat merusak tumbuh kembang anak. Anak-anak dengan ponsel cenderung memiliki gangguan perilaku dan emosional. Mereka cenderung akan egois, mudah terpancing emosi, memiliki self-control yang tidak baik, cenderung anti sosial dan tertutup. Perilaku ini adalah bibit-bibit bad attitude di masa yang akan datang. Padahal, anak-anak adalah calon generasi muda untuk membangun negeri.

Sudah bukan hal biasa lagi jika sekarang kita dapat melihat anak-anak yang bahkan belum genap 10 tahun, sudah kecanduan akan game online hingga mengurangi intensitas komunikasi dengan orang tuanya. Ada lagi anak-anak yang belum genap 17 tahun, namun sudah kecanduan akan gadget dan melupakan kehidupan sosialnya, membuat pribadinya cenderung marah dan kurang sopan.

Beberapa waktu belakangan, publik bahkan sudah dikejutkan oleh beberapa kasus pembullyan dan pembunuhan yang korban dan pelakunya adalah anak di bawah umur. Apa penyebabnya? Apakah karena perkembangan teknologi yang mereka salahgunakan? Yang pasti, semua itu adalah bad attitude yang nyatanya merusak masa depan mereka.
Beberapa anak lain yang tumbuh dengan mengontrol penggunaan teknologi dan berkelakuan baik, mengharap masa depan yang ditujunya akan baik. Terkhususnya untuk para mahasiswa, good attitude adalah keharusan yang utama. Semampu apapun skills yang kamu miliki, jika kamu tak memiliki attitude yang baik, kelak para HRD tidak akan menerimamu saat wawancara, para Investor tidak akan menerima tawaranmu dan para rekan kerjamu akan memilih menjauhimu.

Kalau begitu, apakah penilaian kinerja seorang mahasiswa sangat dipengaruhi oleh attitude yang baik? Tentu saja. Seorang mahasiswa akan bertambah nilai dirinya di mata dosen, calon rekruter dan para koleganya jika ia memiliki perilaku yang baik. Lalu, seperti apakah model good attitude yang wajib dimiliki mahasiswa agar meningkatkan kinerjanya di era society 5.0 ini?

Mengembangkan Mindset
Mindset untuk sukses, mindset untuk maju dan yang lainnya. Mahasiswa wajib meluaskan pola pikirnya agar mampu menerima informasi dan perubahan. Masa depan identik dengan perubahan. Jika seorang mahasiswa tidak merubah pola pikirnya, maka ia adalah tipe mahasiswa yang takut akan perubahan dan lama-kelamaan akan tertinggal oleh peradaban.

Menghargai Diri Sendiri dan Orang Lain
Ada pepatah mengatakan bahwa ‘tak kenal maka tak sayang’, oleh karena itu mahasiswa wajib mengenal dirinya sendiri. Apa kekuatan yang dimilikinya, apa kelemahannya, bagaimana caranya berkomunikasi dengan orang lain, bagaimana cara mengelola stress, apa yang akan dilakukannya jika rencananya tak berjalan dengan baik dan sebagainya. Kemudian, hargai lah keberadaan orang lain. Manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan orang lain untuk hidup. Hargailah orang lain sekecil apapun itu seperti mendengarkan pendapatnya, menghargai pandangan hidupnya, bersikap sopan santun, bertutur kata yang baik dan jangan mencelanya. Kamu akan dihargai oleh orang lain jika kamu tahu caranya menghargai.

Menghargai Waktu
Orang yang menghargai waktu sangat disenangi oleh orang lain. Dengan kamu menghargai waktu, kamu menunjukkan bahwa kamu peduli dan disiplin. Orang yang disiplin sangat dibutuhkan oleh dunia kerja. Oleh karena itu, seorang mahasiswa diharapkan memiliki sikap disiplin dalam dirinya. Waktu tidak dapat kembali. Sekalipun kamu memiliki banyak uang, kamu tidak dapat membeli waktu. Karenanya, menghargai waktu merupakan salah satu attitude yang baik.

Memperhatikan Penampilan
Dengan cara memperhatikan penampilan, kamu dinilai cukup menghargai dirimu sendiri. Seorang mahasiswa harus tahu bagaimana cara berpakaian yang sopan dan tepat ketika pergi ke kampus, menghadiri seminar, atau yang lainnya. Tidak perlu berpenampilan mewah dan berlebihan. Cukup berpakaian yang tepat, rapi dan sopan. Seorang mahasiswa yang berpakaian sopan akan menunjukkan bahwa ia memiliki attitude yang baik. Dengan berpenampilan rapi dan bersih setiap hari, kamu akan lebih bersemangat menjalani hari. Jika kamu semangat, bukan tidak mungkin jika produktivitas kamu akan meningkat.
Peran good attitude ini sangat penting untuk mahasiswa yang merupakan calon-calon pekerja di era society 5.0.

Kinerja seorang mahasiswa diukur dari seberapa bagus nilai dan perilakunya sebagai seorang mahasiswa. Dunia kerja sudah semakin sempit, semua orang berbondong-bondong memperbaiki kualitas diri agar diterima di dunia kerja. Jika kamu seorang mahasiswa yang berperilaku baik, maka kamu sudah mengantongi satu kelebihan yang mungkin beberapa mahasiswa tidak miliki.

Perkembangan zaman kian berembus kencang. Dunia cepat berubah dan waktu tidak bisa diputar kembali. Hard skills dan soft skills yang berbayar mahal sekalipun, tidak akan berguna jika kamu tidak menjadi orang yang ber-attitude baik.  (Red).

Tanjungpinang, Rabu (21/09/2022).

Editor : Wesly (Asesor Sertifikasi Kompetensi Wartawan/SKW).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *