
Simalungun, Sumatera Utara- Beritainvestigasi.com Sangat miris melihat kondisi di salah satu areal Tanaman Belum Menghasilkan (TBM), Kebun Unit Marihat PTPN IV Regional II. Sebagaimana hasil pantauan tim awak media ini dilokasi pada Selasa, 16/9/2025, Terlihat jelas di areal TBM tersebut perawatannya kurang maksimal.
Jika hal ini dibiarkan tentu berpotensi terhadap rendahnya realisasi kegiatan pemeliharaan TBM yang menjadi fondasi penting dalam mencapai produksi dimasa akan datang.
Timbul pertanyaan, apakah dengan kondisi lahan yang demikian dapat diartikan hanya sebatas kelalaian manajerial, serta masi dapat ditoleransi ?. Atau jangan- jangan para pimpinan kebun Marihat seperti halnya Asisten Afdeling, Asisten Kepala (Askep) hingga Manajer Kebun Unit Marihat hanya kerja diatas meja dan lebih memetingkan laporan diatas kertas yang disajikan bawahannya ?
Demi perbaikan, PTPN IV PalmCo diminta segera menyikapi serta mempertanyakan tanggung jawab manajemen kebun unit Marihat ini. Jangan sampai mereka lupa tugas dan tanggung jawabnya, mengurusi pohon sawit yang diharapkan kelak bisa berproduksi sperti target yang diharapkan
Diluar itu, sebagai bentuk pengawasan publik terhadap sistem pengelolaan perusaan BUMN (Badan Usaha Milik Negara) ini, sangat etis publik mempertanyakan kemana perginya realisasi anggaran perawatan TBM per pokok yang telah dibagetkan (dianggarkan), oleh perusahaan plat merah tersebut.
Berdasarkan hasil temuan dilapangan, sebagai bahan evaluasi berikut disampaikan beberapa hal, diantaranya :
– Terdapat tanaman Tidak Dirawat dengan Baik. Kegiatan pemeliharaan dasar seperti penyiangan, pemupukan, atau pengendalian gulma tidak dilakukan sesuai standar operasional. Tanaman tampak tidak terurus, hal ini mencerminkan absennya kontrol lapangan.
– Terlihat Gulma Mendominasi Areal TBM. Gulma tumbuh subur dan menutupi sebagian besar area tanam, menciptakan kompetisi unsur hara dan cahaya yang menghambat pertumbuhan tanaman utama.
– Ditemukan pokok Kerdil, Mayoritas tanaman di dalam blok dan disekitar jurangan menunjukkan pertumbuhan tidak normal atau kondisi stagnan, ukuran kerdil, dan minim perkembangan tunas.
– Ditemukan Daun Menguning. Gejala ini mengindikasikan kekurangan unsur hara akibat minimnya pemupukan dan kurangnya intervensi teknis di lapangan.
– Terdapat Piringan kotor. Piringan tanaman, yang seharusnya menjadi ruang bersih untuk pemupukan dan kontrol hama, dibiarkan tertutup gulma
– TBM di area pinggir jalan cukup terawat beda dengan TBM di jurangan
– Kondisi tanaman di area pinggir jalan cukup bagus dan terawat, hal ini diduga sebagai bahan laporan kepada pimpinan PTPN IV PalmCo, berbanding terbalik dengan TBM di area dalam blok khususnya daerah jurangan
Jika dilihat dari kondisi tanaman, maka dipastikan kerugian finansial dari perusahaan, anggaran pemeliharaan TBM diduga tidak dipergunakan sebagaimana mestinya. Atau Biaya dikeluarkan, namun hasil tidak maksimal. Lebih jauh lagi bila hal ini dibiarkan, maka pada rencana jangka panjang akan berdampak terhadap tidak tercapainya produksi yang akan datang, atau dengan kata lain merugi.
Sangat disayangkan, hingga berita ini terbit, Asisten Kepala (Askep) yakni Benny Agusnata selaku bagian dari managemen kebun unit Marihat terkesan tak acuh. sebab, sejak dikirimkan dokumen foto beserta vidio terkait kondisi areal TBM tersebut ke no wats’up pribadinya siang tadi hingga malam ini tidak memberikan respon.(Tim)













