
Tanjungpinang, Kepri – Beritainvestigasi.com Antusiasme wartawan di Provinsi Kepulauan Riau untuk mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang diselenggarakan Komunitas Jurnalis Kepri (KJK) terus meningkat. Memasuki hari ketiga sejak pendaftaran dibuka, jumlah calon peserta telah melampaui target awal yang ditetapkan panitia.
Semula, KJK menargetkan pelaksanaan UKW sebanyak lima kelas yang terdiri dari jenjang Wartawan Muda, Wartawan Madya, dan Wartawan Utama. Namun, tingginya minat peserta membuat kuota tersebut telah terpenuhi, sehingga panitia memutuskan menambah satu kelas lagi. Dengan demikian, total pelaksanaan UKW menjadi enam kelas.
Tingginya animo peserta tidak hanya datang dari Tanjungpinang dan Bintan, tetapi juga dari berbagai kabupaten/kota di Kepulauan Riau, termasuk Kabupaten Kepulauan Anambas. Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan wartawan terhadap pelaksanaan UKW di Kepri masih sangat besar.
Salah seorang calon peserta asal Kabupaten Kepulauan Anambas, Tengku Azhar, menyambut baik pelaksanaan UKW yang kembali digelar di Tanjungpinang. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi peluang yang sangat berarti bagi wartawan di daerah kepulauan yang selama ini harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk mengikuti UKW di luar daerah.
“Kami mengapresiasi dukungan PWI Pusat terhadap pelaksanaan UKW di Tanjungpinang. Bagi kami yang berada di wilayah kepulauan, kegiatan seperti ini sangat membantu karena aksesnya lebih mudah dan tidak perlu lagi mengikuti UKW ke luar daerah dengan biaya yang cukup besar,” ujar Tengku Azhar, Kamis (30/7/2026).
Ia berharap pelaksanaan UKW berjalan lancar dan mampu melahirkan lebih banyak wartawan yang kompeten, profesional, serta menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dalam menjalankan tugasnya.
Sementara itu, Ketua Umum KJK, Ady Indra Pawennari, mengaku bersyukur atas tingginya antusiasme wartawan yang mendaftar sebagai peserta UKW.
Menurutnya, respons positif tersebut menjadi bukti bahwa kebutuhan peningkatan kompetensi wartawan di Kepulauan Riau masih sangat tinggi.
“Alhamdulillah, memasuki hari ketiga pendaftaran, target lima kelas yang kami tetapkan sudah terlampaui. Bahkan saat ini jumlah pendaftar telah memenuhi kuota enam kelas. Ini menunjukkan semangat rekan-rekan wartawan untuk meningkatkan kompetensi sangat luar biasa,” kata Ady.
Ady menjelaskan, para peserta tidak hanya berasal dari Tanjungpinang dan Bintan, tetapi juga datang dari berbagai daerah di Kepulauan Riau. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan UKW memang telah lama dinantikan oleh para wartawan di daerah.
“Antusiasme ini menjadi motivasi bagi kami untuk memberikan pelayanan terbaik. Apalagi UKW terakhir di Tanjungpinang diselenggarakan pada tahun 2023. Artinya, sudah cukup lama rekan-rekan wartawan menunggu kesempatan mengikuti UKW di daerah sendiri,” ujarnya.
Melihat tingginya minat peserta, Ady mengaku telah menginstruksikan panitia untuk menambah kuota pelaksanaan UKW dari lima kelas menjadi enam kelas agar lebih banyak wartawan dapat mengikuti uji kompetensi tersebut.
“Kami tidak ingin membatasi semangat rekan-rekan wartawan yang ingin meningkatkan kapasitas dan memperoleh pengakuan kompetensi. Karena itu, kami memutuskan menambah satu kelas lagi sehingga total menjadi enam kelas,” katanya.
Menurut Ady, UKW bukan sekadar sarana memperoleh sertifikat kompetensi, tetapi juga bagian dari upaya meningkatkan kualitas profesi wartawan, baik dari sisi kemampuan jurnalistik, pemahaman terhadap Kode Etik Jurnalistik, maupun tanggung jawab dalam menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas.
“Kami berharap pelaksanaan UKW ini dapat melahirkan lebih banyak wartawan yang kompeten, profesional, dan berintegritas. Pada akhirnya, masyarakat juga yang akan merasakan manfaatnya melalui produk jurnalistik yang akurat, berimbang, serta dapat dipertanggungjawabkan,” tutupnya.
(A.Ridwan)









