Dibalik Penerimaan Siswa/i Baru di Sekolah MAN Pematang Siantar, Beredar Isu Adanya Dugaan Praktik Pungli

Pematangsiantar, Sumut2153 Dilihat

Pematangsiantar, Sumatera Utara- Beritainvestigasi.com Beredarnya informasi yang berawal dari salah satu orangtua calon siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Pematang Siantar ber inisial BN (sumber: Salah Satu media Online) mengaku pihak sekolah MAN Pematang Siantar diduga membandrol tarif senilai Rp 1.500.000,- (satu juta lima ratus ribu rupiah) hingga 3.000.000,- (tiga juta rupiah per kepala.

Menjadi sangat penting untuk disikapi oleh pihak berwenang sebab isu tersebut saat ini menjadi konsumsi publik dan telah berulang kali dimuat dibeberapa media online maupun media televisi nasional.

Disebutkan BN nama inisial (orang tua calon siswa) bahwa dugaan pihak sekolah MAN Pematang Siantar membandrol tarif senilai Rp 1.500.000,- (satu juta lima ratus ribu rupiah) hingga 3.000.000,- (tiga juta rupiah disinyalir dana tersebut diperuntukkan sebagai syarat kelulusan bagi calon siswa/i baru agar diterima disekolah MAN Pematang Siantar.

Menanggapi isu tersebut, Ketua Komite Sekolah MAN Pematang Siantar Imron Simanjuntak Selasa, 4/7/2023 pukul 14:13 wib, ketika dikonfirmasi menampik tuduhan tersebut ” Mohon maaf Pak.. terkait dengan isu saya susah meresponnya,Selaku ketua komite saya nyatakan isu itu tidak betul ” ujar Imron.

Dunia pendidikan dewasa ini terus berinovasi dan berbenah dalam meningkatkan mutu baik secara kurikulum maupun sarana dan prasarana, yang kesemuanya itu ditopang dengan realisasi anggaran berupa Bantuan Operasional Sekolah (BOS) maupun dana Bantuan Operasional Pendidikan (BOP).

Oleh karena itu, bila dikaitkan dengan isu tersebut secara umum tentunya masyarakat tidak akan berkenan bila praktik pungli ada di instansi pendidikan, meski sulit menepis hal tersebut tetap saja bisa terjadi. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 komentar

  1. Sejujurnya memang seperti itu yang terjadi dan saya alami sendiri, jadi saya pikir ini sudah mendarah daging, semog anakku menjadi yg terbaik walau bukan di MAN

    1. Siap.
      Semoga para orgtua lain terlebih para orgtua yg menjadi korban berani mnunjukkan diri dan mengatakan kebenaran.