oleh

Diduga Mark’up Anggaran, Masyarakat Desa Batu Agung Minta APH Audit Pembangunan TPT dan Drainase

Lampung Selatan – Beritainvestigasi.com. Sesuai dengan Instruksi menteri Keuangan Sri Mulyani bahwa Dana Desa (DD) dipergunakan untuk membangun desa dan ditekankan dapat terealisasi dengan baik, serta diminta peran serta masyarakat untuk ikut mengawasi semua kegiatan yang menggunakan DD.

” Berdasarkan hal tersebut, maka kami selaku warga Desa Batu Agung meminta kepada Aparat Penegak Hukum (APH) untuk dapat turun dan melakukan audit terkait pembangunan Tanggul Penahan Tanah (TPT) dan Drainase yang dibangun dari DD Desa Batu Agung, Kecamatan Merbau Mataram tahun anggaran 2021,” ujar salah satu warga yang tak mau disebutkan namanya. Senin, (18-10-2021).

Pasalnya, menurut warga tersebut, sebut saja namanya Tn (bukan nama sebenarnya) kepada media ini, bahwa bila dilihat dari hasil pembangunan TPT dan Drainase dibandingkan dengan nilai yang tertulis di prasasti dua item pembangunan kegiatan tersebut, diduga jauh dibawah nilai yang tertulis prasasti.

“Kalau melihat nilai di Prasasti pembangunan TPT yang mencapai Rp. 168 juta lebih, pihak desa harusnya dapat membangun dua TPT yang serupa,” tambah Tn.

Senada dengan Tn, warga Desa Batu Agung lainnya, Sn (bukan nama sebenarnya) menilai bahwa pihak Desa diduga melakukan Mark’up anggaran.

” Terus terang mas, banyak juga warga desa ini yang paham masalah pembangunan. Bila dilihat nilai anggaran pembangunan yang begitu fantastis dibandingkan dengan realisasi pembangunan, diduga kuat anggarannya sengaja dilipat gandakan,” ucap Sn.

Pendamping Lokal Desa Batu Agung, M. Jazuli, ketika diminta tanggapannya via telpon seluler mengatakan, bahwa pada pelaksanaan kegiatan dirinya tidak ikut hadir karena ada urusan keluarga. Tetapi pada saat MusDes dirinya ikut hadir. Pihak dari Kecamatan pun ikut hadir.

“Masalah pengerapan dan penganggaran itu bukan ranah saya, itu ranah pendamping teknis. Abang lebih pas bila menghubungi pendamping teknis Kecamatan, pak Heri,” ujar M. Jazuli.

Sementara itu, Ketua BPD, Sugito, menjelaskan bahwa menurut penilaiannya pembangunan Drainase dan TPT tersebut sudah cukup baik.

“Iya menurut pemantauan saya pembangunan TPT dan drainase tersebut sudah cukup baik. Mengenai bila ada dugaan mark’up anggaran, saya ga paham itu. Kan ada pihak Inspektorat yang berhak melakukan audit dan pemeriksaan nantinya,” ucap Sugito yang dihubungi via telepon. Senin (18/10/2021)

Dari pantauan awak media dan LSM di lokasi pembangunan TPT tersebut, diperoleh antara lain, panjang TPT 116 meter, lebar timbunan tanah 3 meter, tinggi tanggul rata-rata 0,98 meter, lebar tanggul 0,34 meter, menghabiskan anggaran Rp. 168.589.250,-

Sementara drainase panjang 34 meter , tinggi 0,50 meter dan lebar 0,34 meter menghabiskan anggaran Rp. 33.817.500,-

Sementara TPK dan Kepala Desa Batu Agung dan Pendamping Kecamatan, sampai dengan berita ini dinaikkan belum dapat memberikan penjelasan. (Wes/Jaya)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed