oleh

Dinilai “Seksi” dan Dipolitisir, LBH PAI Berharap Tersangka Diduga Pengeroyok Nakes, Dibebaskan

 

Ket photo : Direktur Lembaga Hukum Perkumpulan Advocaten Indonesia (LBH PAI), Muhammad Ilyas, S.H

Bandar Lampung – Beritainvestigasi.com. Menanggapi opini Eddy Rifai di sebuah media online dalam kasus dugaan pengeroyokan Perawat Puskesmas Kedaton, Bandar Lampung, Rendi Kurniawan, yang  berjudul : Sudah Tepat, Pasal 170 KUHP dan ditahannya para terduga pengeroyok Nakes.

Serta komentarnya terkait Anggota DPR RI Komisi III, Arteria Dahlan, yang mewakili keluarga tersangka meminta Penyidik menangguhkan penahanan tiga tersangka pengeroyokan tersebut karena dianggap sebagai intervensi penegakan hukum di Lampung.

Namun, Direktur Lembaga Bantuan Hukum Perkumpulan Advocaten Indonesia (LBH PAI), Muhammad Ilyas, S.H, memiliki penilaian berbeda dalam kasus ini.

Melalui keterangan tertulisnya, Selasa (10/08/2021), Muhammad Ilyas memaparkan beberapa sisi melalui sudut pandang hukumnya.

” Jujur menarik peristiwa ini. Tapi kalau saya pribadi tarikannya Mens rea/niat jahatnya terbantahkan sebenarnya ketika latar belakang, kondisi kejiwaan pelaku pada saat itu ingin menyelamatkan orang tua terkait kebutuhan oksigen/ tabung oksigen,” ungkap Muhammad Ilyas mengawali pendapatnya.

Menurut Ilyas, kalau kita kaku terhadap pasal perpasal yang dituduhkan memang iya. Tapi, terkait pristiwa, latar belakang melakukan pidana, itu yang harus dilihat. Ada tidak niat jahatnya, niat dia menyelamatkan orang tua, dan di lapangan mungkin slip omongan, kita juga sering berhadapan dengan Oknum Nakes yang ketus, maka slip aja itu karena emosi. ” Nakes manusia, pelaku pun manusia. Sementara hukum sudah seperti mesin kaku dengan pasal per pasal,” katanya.

” Rendy sang Nakes faktanya sehat wal afiat. Harusnya Tipiring alias Tindak Pidana Ringan. Tapi, karena korbannya Nakes dan Timingnya saat pandemi, maka ‘Seksi’ untuk dilebih-lebihkan, bahkan dipolitisir pihak tertentu,” ulas dia.

” Mudah-mudahan Hakim objektif dan membebaskan. Karena niat dia keluar rumah bukan mau ngegocoh Nakes. Tapi mau menolong orang tua, atau keluar rumah bukan untuk nyuri tabung oksigen dan dijual lalu dapat keuntungan dari tabung tersebut,” Pungkas Ilyas.  (Jaya/Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed