Dirasa Sulit, ini keluhan PNS saat Menunggu Dana Simponi Bank BNI

 

Keterangan: Kantor Bank BNI Kijang Kecamatan Bintan Timur

Bintan-beritainvestigasi.com, Berakhirnya perjanjian kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Bintan dengan Bank BNI terhadap pemanfaatan layanan dana Pensiun menuai kekecewaan PNS di Kabupaten Bintan,” (26/4) Kekecewaan tersebut disampaikan karna sulitnya mencairkan dana yang sudah menabung belasan tahun di Bank BNI

Nur (52) salah satu Pegawai Pemkab Bintan mengatakan pihaknya kecewa dengan pelayanan bank BNI terhadap usulan pencairan dana Simponi. Dirinya mengungkapkan telah mengajukan proses pencairan sejak tanggal 19 hingga kini belum mendapat jawaban dari pihak BNI.

“Aneh, mestinya pelayanan di bank BNI bisa lebih cepat agar konsumen tidak kecewa namanya juga perbankan tentu pelayanan nya prima. Kita sudah menabung bertahun tahun, mau ambil duit kita pun susah,” Ujarnya dengan kesal.

Nur (52) mengatakan, teman nya pada Dinas Pariwisata juga mengalami hal yang sama, mengajukan pencairan sejak awal bulan Maret hingga kini belum juga cair dari pihak BNI. Hal tersebut menuai tanda tanya besar bagi konsumen Bank BNI khususnya dirinya dan ASN di Pemkab Bintan, terhadap tabungan simponi yang telah berakhir kerja sama dengan Pemkab Bintan.

“Saya akan terus pertanyakan hak saya, duit saya di bank BNI yang setiap bulannya ditabung 100 ribu, saya akan tunggu. Sebelumya pihak BNI kijang menyampaikan 14 hari kerja dari usulan pengajuan saya, katanya sudah cair, ya kita tunggu. Jika hal tersebut tidak terbukti maka saya akan melaporkan pada Otoritas Jasa Keuangan dan BPSK diwilayah Provinsi Kepri,” Ungkapnya.

Hingga berita ini terbit, pihak media terus berupaya mengkonfirmasi pihak BNI. (Tim)


Catatan : Redaksi membuka ruang seluas-luasnya bagi pihak yang merasa dirugikan atas pemberitaan ini dengan menggunakan Hak Jawab sebagaimana diatur dalam UU No.40 Tahun 1999 tentang Pers.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 komentar

  1. Tidak ada untungnya bagi PNS dgn apa yg ditampilkn pihak BNI mengenai simponi ini menurut kebanyakan PNS.Kenyataanya hanya menguntungkn pihak BNI semata.byk kerumitan yg dialami PNS saat mw klem berbagai prosedural yg harus dilalui yg sblmnya berbagai janji manis yg digelontorkn kpd PNS stlh berlalu skian lamanya sampai skrg ini mekanisme BNI mnjadi “payah” .cukup sdh yg prnah trjadi kpd PNS Bintan sblmnya mengenai asuransi bumiputera, kami PNS Bintan selalu punya harapan dimasa tua namun slalu saja dibenturkn dgn mekanisme2 yg tdk peer.sdikit masukn dr sy pribadi InsyaAllah mungkin akan mewakili suara PNS Bintan yg sependapat dgn sy.seandainya hal ini akan diteruskn demi hari tua PNS seKabupaten
    saya lebih stuju kalau pemkab ingin buat inovasi program pensiun , yaitu program tabungan pensiun yg setiap tahunnya di konversikan dalam bentuk emas..
    dan tabungan emas ini adanya di perum pegadaian.
    Asumsi bila dalm 1 thn pns menyimpan 1,2 juta, maka bila di konversiakan ke emas katakan lah per geram nya di tahun berjalan harga emas 600 rb, maka setahun 2 geram emas.. dalam 10 thn kalau pun harga emas berubah naik tetap katakan lah 15 sampe 18 gram emas bisa terkumpul, per 10 thn
    di akhir pensiun bisa saja pns memiliki sampe 30 gram emas, tentunya bila di jual dapat untung lebih besar dri pada uang yg ditabung.
    Pemerintah yang berdaulat pemerintah yg memperhatikan dan mendengarkan keluhan rakyat.moga saja keluhan dan masukan ini sampai kpd BUPATI Bintan dan Bpk Setda untuk sbg bahan pertimbangan.

    “Raja Alim Raja Disembah
    Raja Zalim Raja Disanggah”

    1. Setujuuuuuu, pelayanan dan kepastian terkait simponi tidak jelas.
      BNI bintan terkhusus tanjung uban paling buruk sedunia????

  2. Saya juga sulit melakukan penarikan. Tanpa informasi yg cukup kenapa tidak bisa. Sampai sekarang mau ambil uang sendiri pun sulit