oleh

Enam Orang Aparatur Desa Diduga Menggunakan Ijazah Milik Orang Lain

Pesawaran, Lampung – Beritainvestigasi.com. Pengangkatan 6 (enam) orang Perangkat Desa Gerning, Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, Lampung, diduga sarat dengan Nepotisme.

Pasalnya, pengangkatan ke-6 (enam) Aparatur desa tersebut, disinyalir memakai ijazah orang lain untuk melengkapi salah satu syarat administrasi dalam seleksi menjadi perangkat desa.

Sebagai Kepala Desa Gerning, Ahmad Sungkawa, diduga berperanan penting dalam memilih para perangkat desa. Akan tetapi, dalam memilih para perangkat desa, Ahmad Sungkawa diduga menyalahi aturan dan memanfaatkan jabatannya memilih para perangkat desa yang diduga memakai ijazah orang lain sebagai syarat administrasi.

Hasil informasi yang dihimpun pewarta ini,  perangkat Desa Gerning yang diduga memalsukan administrasi tersebut, adalah :
1.M faidullah memakai ijazah Ahmad Kholil selaku Kaur
2.Ahmad solihin memakai ijazah M Al-ahyar selaku Kesra
3.M dahnial, Kadus Dusun 1 (satu)
4.Dani Puro, Kadus Dusun 3 (tiga)
5.Andri, memakai ijazah Nurhamid, S.Pd.I, Kadus Dusun 4 (empat)
6.Budianto memakai ijazah Gunawan, Kadus Dusun 6 (enam).

Saat dikonfirmasi di kediamannya,, Kepala Desa Gerning, Ahmad Sungkawa, menjelaskan, bahwa mereka (perangkat desa-red) bukan pakai ijazah orang lain, tapi pakai ijazah adknya. gimana kita mau mengangkat anak – anak yang belom berpengalaman, kan bakal ngerepotin saya.

Lanjutnya, kalau saya mengangkat anak – anak yang belom berpengalaman gimana kalau ada masalah di masyarakat, apa bisa dia menghadapi kan gitu, tetap nanti kembali ke saya nya.

“Saya mengangkat mereka karena mereka sudah bantu saya di Pilkades mereka kan team saya sudah mati-matian belain saya masak saya gak ada sumbangsihnya,” katanya

Lanjut Ahmad, sebenarnya bukan mereka tidak punya ijazah bang, mereka ada ijazah; SMA, SMEA dan STM, tapi karena umur mereka ada yang 42 tahun lebih ada yang 43 tahun, sedangkan maksimal umur jadi aparatur desa 40 tahun jadi mereka menggunakan ijazah adeknya dan istrinya, itu bukan pemalsuan data bang cuman ijazah adeknya dan istrinya dia orang yang kerja.

Dijelaskan Ahmad, sebelum dirinya mengangkat aparatur desa, sudah kordinasi kemana – mana. Waktu itu juga saat Bupati hadir di acara Musrenbang mengingatkan agar pintar – pintar memilih perangkat desa.

” Kalian lah di desa, masalahnya kan sampean Kepala Desa nya, masak punya anak buah pelongok – pelongok. Kan repot sampean dan capek sampean yang penting gak merusak data dan berkas.” pungkas Ahmad mengutip ucapan Bupati saat itu.  (Hermawan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed