Gubernur Kepri: Hulubalang Harus Menjadi Benteng Adat dan Penjaga Marwah Melayu

{“source_type”:”vicut”,”data”:{“client_key”:”aw889s25wozf8s7e”,”source_type”:”vicut”,”source_platform”:”mobile_2″,”appVersion”:”18.0.0″,”enterFrom”:”new_image”,”os”:”android”,”product”:”vicut”,”editType”:”image_edit”,”region”:”ID”,”picture_id”:”I30PYFKN-BPRU-O3L2-O986-L0X081M10UTU”,”pictureId”:”I30PYFKN-BPRU-O3L2-O986-L0X081M10UTU”,”capability_name”:”capcut_photo_editor”},”tiktok_developers_3p_anchor_params”:”{“client_key”:”aw889s25wozf8s7e”,”source_type”:”vicut”,”source_platform”:”mobile_2″,”appVersion”:”18.0.0″,”enterFrom”:”new_image”,”os”:”android”,”product”:”vicut”,”editType”:”image_edit”,”region”:”ID”,”picture_id”:”I30PYFKN-BPRU-O3L2-O986-L0X081M10UTU”,”pictureId”:”I30PYFKN-BPRU-O3L2-O986-L0X081M10UTU”,”capability_name”:”capcut_photo_editor”}”}

Tanjungpinang, Kepri – Beritainvestihasi.com Gubernur Kepulauan Riau menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada para Hulubalang Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepulauan Riau yang baru dikukuhkan untuk Masa Khidmat 2026–2027. Hal itu disampaikannya saat menghadiri acara Pengukuhan Hulubalang LAM Kepri yang turut dihadiri unsur Forkopimda, kepala daerah, tokoh adat, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, serta berbagai elemen masyarakat Melayu di Kepulauan Riau.(8/6/2026).

Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan bahwa Kepulauan Riau merupakan salah satu pusat peradaban Melayu di Indonesia yang memiliki sejarah, budaya, dan nilai-nilai luhur yang harus terus dijaga serta diwariskan kepada generasi penerus.

Berdasarkan data kependudukan, masyarakat Melayu masih menjadi kelompok etnis terbesar di Kepulauan Riau. Namun demikian, derasnya arus globalisasi dan modernisasi menjadi tantangan tersendiri yang dapat menggerus eksistensi budaya serta identitas Melayu jika tidak dijaga dengan baik.

Karena itu, menurut Gubernur, Lembaga Adat Melayu memiliki peran yang sangat strategis dalam menggali, memelihara, membina, dan mengembangkan nilai-nilai adat serta budaya Melayu sebagai upaya mewujudkan falsafah Melayu, “Takkan Melayu Hilang di Bumi.”

Ia menjelaskan bahwa dalam tamadun Melayu, hulubalang bukan hanya simbol keberanian, tetapi juga melambangkan kesetiaan kepada negeri, keteguhan memegang amanah, keberanian menegakkan kebenaran, serta kebijaksanaan dalam menjaga keseimbangan antara adat, syariat, dan kehidupan bermasyarakat.

“Orang Melayu dahulu berpesan, bukan hulubalang karena kerisnya, bukan pula karena kuat tangannya, tetapi hulubalang karena teguh amanahnya, lurus budinya, dan tinggi marwahnya,” ujar Gubernur.

Menurutnya, amanah yang diemban para hulubalang saat ini sangat besar. Mereka dituntut menjadi benteng adat, pelindung nilai-nilai luhur, penyejuk dalam perselisihan, serta perekat kehidupan bermasyarakat di tengah berbagai dinamika sosial yang berkembang.

Gubernur juga mengingatkan bahwa tantangan masyarakat saat ini jauh berbeda dibandingkan masa lalu. Jika dahulu hulubalang menjaga negeri dari ancaman yang terlihat secara nyata, kini mereka dituntut menghadapi ancaman yang lebih kompleks, seperti lunturnya adab dalam pergaulan, melemahnya penghormatan kepada orang tua dan guru, maraknya fitnah serta ujaran kebencian, hingga berkurangnya kebanggaan generasi muda terhadap budaya dan identitas daerahnya sendiri.

“Kepulauan Riau adalah tanah yang bertuah. Negeri ini telah melahirkan banyak ulama, pemikir, sastrawan, dan pemimpin besar yang jejak pemikirannya masih menerangi alam Melayu hingga hari ini. Warisan paling berharga yang kita miliki bukan sekadar bangunan atau peninggalan sejarah, melainkan nilai-nilai luhur yang menjadi pedoman kehidupan masyarakat Melayu,” katanya.

Lebih lanjut, Gubernur menekankan bahwa falsafah Melayu yang berlandaskan adat dan syariat mengandung makna mendalam bahwa kehidupan masyarakat tidak dapat dipisahkan dari nilai agama, sopan santun, musyawarah, gotong royong, dan penghormatan terhadap sesama manusia.

Untuk itu, ia berharap para hulubalang yang baru dikukuhkan mampu menjadi teladan di tengah masyarakat, baik dalam akhlak, tutur kata, perilaku maupun dalam menjaga persatuan dan keharmonisan sosial.

Di akhir sambutannya, Gubernur mengucapkan tahniah atas pengukuhan Hulubalang Lembaga Adat Melayu Kepulauan Riau Masa Khidmat 2026–2027 serta mendoakan agar seluruh pengurus dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab demi menjaga marwah adat dan budaya Melayu di Bumi Segantang Lada.

“Selamat menjalankan amanah. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan, petunjuk, dan keberkahan dalam setiap pengabdian untuk masyarakat, adat, dan negeri,” tutupnya.

(A.Rifwan)


Catatan : Redaksi membuka ruang seluas-luasnya bagi pihak yang merasa dirugikan atas pemberitaan ini dengan menggunakan Hak Jawab sebagaimana diatur dalam UU No.40 Tahun 1999 tentang Pers.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *