
Pematangsiantar, Beritainvestigasi.com – Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Junaedi Antonius Sitanggang bersama Kapolres Pematangsiantar AKBP Sah Udur Togi Marito Sitinjak dan jajaran Forkopimda menghadiri acara peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) Tahun 2026.
Kegiatan digelar di Lapangan Adam Malik, Jumat (01/05/2026). Walau hujan deras sempat turun, tidak menyurutkan niat dan semangat para buruh untuk hadir.
Kegiatan diawali parade jalan santai, yang dilepas Sekda Junaedi Antonius Sitanggang bersama Kapolres AKBP Sah Udur Togi Marito Sitinjak.
Wali Kota Wesly dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Junaedi menyampaikan, Hari Buruh Internasional Tahun 2026 merupakan momentum penting untuk merefleksikan perjuangan kaum pekerja.
“Hari ini bukan sekadar perayaan, tetapi juga pengingat setiap hak yang kita rasakan hari ini lahir dari perjuangan panjang, pengorbanan, dan solidaritas,” katanya.
Wesly mengutarakan, peringatan Hari Buruh merupakan momentum penting untuk memberikan penghargaan atas kontribusi para pekerja/buruh dalam pembangunan nasional. Ia mengakui peran buruh sangat strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan produktivitas, serta menjaga keberlangsungan sektor usaha di Indonesia.
“Dengan perayaan ini, Pemerintah Kota Pematangsiantar berharap seluruh pekerja/buruh, pengusaha, dan pemerintah dapat saling mendukung dan bersama-sama membangun Kota Pematangsiantar yang kita cintai, untuk mewujudkan Kota Pematangsiantar Cerdas, Sehat, Kreatif, dan Selaras,” tutur Wesly.
Masih dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Junaedi, Wesly menyadari peningkatan kesejahteraan pekerja merupakan bagian integral dari pembangunan yang berkelanjutan. Oleh karena itu, berbagai upaya terus dilakukan, antara lain melalui penguatan regulasi ketenagakerjaan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, perluasan kesempatan kerja, serta penguatan sistem jaminan sosial ketenagakerjaan. Di sisi lain, hubungan industrial yang harmonis, dinamis, dan berkeadilan perlu terus dijaga melalui kemitraan yang jonstruktif antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja buruh.
“Dialog sosial yang efektif dan penyelesaian perselisihan secara musyawarah menjadi kunci dalam menciptakan stabilitas ketenagakerjaan,” tukasnya.
Ditambahkan Wesly, dalam menghadapi tantangan global dan perkembangan teknologi yang semakin pesat, para pekerja dituntut untuk terus meningkatkan kompetensi dan keterampilan. Oleh sebab itu, pemerintah akan terus mendorong program pelatihan vokasi dan peningkatan kapasitas tenaga kerja agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
“Semoga perayaan Hari Buruh ini menghasilkan langkah-langkah konkret yang dapat memberikan manfaat dan meningkatkan kesejahteraan pekerja/buruh dan pertumbuhan industri secara keseluruhan. Karena sejatinya kemajuan bangsa tidak akan terwujud tanpa kesejahteraan para pekerjanya,” harap Wesly.
Di momentum ini, Wesly mengimbau kepada semua pihak agar tetap menjaga kondusivitas yang merupakan cermin kota toleran.
“Hal ini sangat penting di dalam menarik minta investor untuk menanamkan modalnya di Kota Pematangsiantar, untuk membuka peluang kerja yang baru. Akhir kata saya mengucapkan selamat Hari Buruh kepada seluruh pekerja/buruh,” tutupnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Pematangsiantar Drs Robert Samosir dalam laporannya menyampaikan, pelaksanaan May Day merupakan bentuk kepedulian pemerintah dan menjadi momen serta wadah dialog untuk menyampaikan aspirasi dalam mewujudkan hubungan industrial yang harmonis, dinamis, dan berkeadilan antara pekerja/buruh dengan pengusaha dan pemerintah untuk menciptakan suatu kondisi yang baik bagi investasi di Kota Pematangsiantar.
Dalam memeringati hari Buruh Internasional Tahun 2026 di Kota Pematangsiantar, lanjutnya, ada sejumlah kegiatan, yakni pawai/jalan santai yang diikuti pengurus serra anggota konfederasi dan federasi serikat pekerja/serikat buruh se-Kota Pematangsiantar.
“Serta upacara peringatan Hari Buruh dirangkai pemberian tali asih secara simbolis kepada konfederasi dan federasi serikat pekerja/buruh, juga acara hiburan dan lucky draw,” katanya.
Turut hadir, pimpinan federasi serikat pekerja/buruh se-Kota Pematangsiantar, Danrem 022/Pantai Timu diwakili Letkol Inf Binsar Junianto Simanjuntak SIP, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Pematangsiantar Rizky Reflizar, dan para perwakilan Unsur Forkopimda Plus. (*)
[14/5, 20.53] Lisbet: Laporan kegiatan: Wali Kota Pematangsiantar, Wesly Silalahi SH MKn menerima piagam penghargaan dari Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) atas dukungan dan partisipasi aktif dalam pembinaan kegiatan keagamaan, sosial, dan kepemudaan. Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) BKPRMI yang digelar di Ballroom Hotel The Tavia Heritage, Jakarta, Kamis (14/05/2026).
Wali Kota Pematangsiantar, Wesly Silalahi SH MKn menerima piagam penghargaan dari Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) atas dukungan dan partisipasi aktif dalam pembinaan kegiatan keagamaan, sosial, dan kepemudaan. Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) BKPRMI yang digelar di Ballroom Hotel The Tavia Heritage, Jakarta, Kamis (14/05/2026).
Penghargaan diberikan atas dukungan Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar terhadap Program Ramadhan Ceria 1447 Hijriah/2026 Masehi, kegiatan peduli anak yatim, serta pembinaan pemuda remaja masjid di Kota Pematangsiantar.
Rapimnas BKPRMI tahun ini mengangkat tema “Pemuda Remaja Masjid sebagai Kekuatan Sosial dalam Mendukung Stabilitas, Ketahanan Nasional, dan Persatuan Indonesia.”
Selain penghargaan kepada Wali Kota Pematangsiantar, BKPRMI memberikan apresiasi kepada DPW BKPRMI Kota Pematangsiantar yang telah berhasil meraih Penghargaan Terbaik Kelima Nasional Lomba Video Dokumenter Ramadhan yang diselenggarakan DPP BKPRMI Tahun 1447 H/2026 M.
Ketua BKPRMI Pematangsiantar Ahmad Khoir Parinduri, mengatakan penghargaan kepada Wali Kota Pematangsiantar merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi dan dukungan terhadap kegiatan sosial kemasyarakatan, khususnya kepedulian kepada anak yatim serta pembinaan generasi muda berbasis masjid.
“Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dukungan dan perhatian Bapak Wali Kota terhadap kegiatan BKPRMI, termasuk kepedulian kepada anak yatim dan pembinaan pemuda masjid,” ujarnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh nasional serta perwakilan kementerian dan lembaga negara.
Ketua Umum DPP BKPRMI H Nanang Mubarok SHI MSos dalam sambutannya menyampaikan, BKPRMI terus berupaya memperjuangkan kesejahteraan guru mengaji dan memperluas kerja sama lintas sektor, termasuk di bidang koperasi dan BPJS.
“BKPRMI berharap dapat terus berkembang menjadi organisasi yang semakin besar dan memberikan manfaat luas bagi umat,” katanya.
Sementara itu, Ketua Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) BKPRMI H Said Aldi Al Idrus SE MM menyoroti pentingnya perhatian terhadap insentif ustadz dan ustadzah di berbagai daerah. Ia juga mengapresiasi dukungan Pemko Pematangsiantar terhadap program-program BKPRMI.
Dalam kesempatan yang sama, dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) lintas sektoral antara BKPRMI dengan sejumlah kementerian dan lembaga terkait penguatan program kepemudaan, sosial, ekonomi umat, serta perlindungan masyarakat.
Beberapa instansi yang terlibat antara lain Kementerian Koordinator Bidang Pangan RI, Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Kepolisian Republik Indonesia, dan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) BPJS Ketenagakerjaan.
Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi mengucapkan terima kasih atas penghargaan yang diberikan dan mengapresiasi peran BKPRMI dalam mendukung pembangunan karakter generasi muda melalui kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan.
Wesly juga mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat kolaborasi dalam pembinaan generasi muda dan kegiatan keagamaan di Kota Pematangsiantar.
Selain membahas program organisasi, Rapimnas BKPRMI turut membicarakan rencana pelaksanaan Festival Anak Sholeh Indonesia sebagai bagian dari penguatan pembinaan karakter generasi muda berbasis
masjid.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, jajaran pengurus BKPRMI tingkat pusat, provinsi, dan daerah. (*)













