Jika Tak Bebaskan , 20 DPRD Deiyai Nyatakan Masuk Penjara Bersama 9 Pemuda

Nabire – Beritainvestigasi.com. Akhirnya Ketua DPRD Deiyai, Petrus Badokapa dan Alfret Pakage, seorang mantan anggota DPRD Deiyai periode 2014 – 2019 menjadi saksi meringankan bagi sembilan terdakwa aksi anti rasisme Deiyai 28 Agustus 2019 di Pengadilan Negeri Nabire, Jumat, (15/2/2020).

Pada sidang lanjutan kali ini dipimpin oleh hakim ketua, Erenst Jannes Ulaen, SH, MH terhadap sembilan pemuda terutama tiga terdakwa yakni Yosias Iyai, Stefanus Pigai, dan Mikael Bukega.

Usai keduanya bersumpah di atas Alkitab, puluhan pertanyaan disampaikan oleh pengacara hukum (PH) dan bergantian dengan Jaksa penuntut umum (JPU).

Keduanya menjelaskan kronologi awal mulai tanggal 26 Agustus dan 28 Agustus yang berujung pada penembakan dan penangkapan hingga dipenjara.

“Kejadian penabrakan terhadap pemuda Yulianus Takimai dan pembacakon terhadap salah satu anggota TNi itu terjadi di belakang kami, persis di antara pintu utara kantor Bupati dan kantor BKD. Jadi kami diserang dari belakang, karena saat itu kami (pejabat) bersama massa aksi yang ada di dalam tali komando sedang di halaman depan kantor Bupati,” ujar Alfret Pakage menjawab pertanyaan JPU.

Jawaban senada juga dikatakan ketua DPRD Deiyai, Petrus Badokapa. Menurut dia, pihaknya bersama Bupati telah tiba di kantor Bupati tapi belum menerima aspirasi karena massa aksi masih menunggu massa yang lain.

“Jadi tanggal 28 Agustus itu kami sebagai pejabat daerah tidak terima aspirasi, karena langsung terjadi kerusuhan dari belakang kantor Bupati,” katanya.

Usai bersaksi, depan hakim ketua, ia menyatakan sikap bahwa 20 orang anggota DPRD siap masuk penjara bersama ke sembilan pemuda di penjara atau lembaga pemasyarakatan.

“Kalau tidak bebaskan mereka (sembilan orang), maka kami sama-sama siap masuk penjara. Kalau mereka juga satu bulan, kami juga satu bulan, kalau satu tahun, ya kami juga sama-sama satu tahun,” katanya sambil menyerukan kepada anggotanya, “Kita masuk penjara sama-sama, anggota DPRD bersedia?,” Ya kami siap,” ujar 19 anggota DPRD.

Selanjutnya Badokapa menyerahkan surat pernyataan sikap pihaknya yang ditandatangani oleh 20 orang wakil rakyat.

Usai serahkan, hakim ketua Erenst Jannes Ulaen, SH, MH mengucapkan terima kasih atas kesediaan para anggota DPRD untuk bersaksi.

“Kami dari lembaga sampaikan terima kasih, ini sejarah baru,” ucapnya. (*)

( Yamoye Abeth )

Recommended For You

Redaksi

About the Author: Redaksi

mulai berbenah tahun 2016 hingga sekarang.

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *