oleh

Kades Kampar Sebomban Diduga Lakukan Pembohongan Publik

Kristianus Iskimo,A.Md, Kepala Desa Kampar Sebomban, Kecamatan Simpang Dua, Kabupaten Ketapang

Ketapang, Kalbar – Beritainvestigasi.com. Carut marut masuknya Investor di Kecamatan Simpang Dua khususnya di Desa Kampar Sebomban diduga tidak terlepas dari peran Kepala Desa Kampar Sebomban.

Mulai dari PT. Barata Guna Perkasa, yang masuk ke Dusun Tunas Kampa, Desa Kampar Sebomban tanpa sosialisasi.

PT. Barata Guna Perkasa membuat jalan holing tambang Bauksit di areal plasma yang sudah diagunkan ke Bank Mandri (sudah akad kredit-red), dengan lebar jalan holing 12 meter, tentu berpotensi merusak bahkan menumbangkan pohon kelapa sawit yang sudah tumbuh subur.

Salah satu warga mempertanyakan apakah pihak Bank Mandiri sudah memberikan izin akan hal ini, mengingat ada potensi kerugian bagi petani plasma PT. Mitra Karya Sentosa Ketapang (PT. MKS-K).

” Jadi pertanyaan kami sebagai petani plasma yang lahan plasma digusur, ini merugikan kami petani. Apakah dari Bank Mandiri sudah mengetahui dan memberi izin,” tutur warga.

Vincen, Ketua DAD Kecamatan Simpang Hulu, Kabupaten Ketapang, saat mediasi pada tanggal 27 Januari 2022

Ketika dikonfirmasi via WhatsApp pada tanggal 28 Juli 2021, Manager yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, bahwa perihal penggusuran belum ada kejelasan.

“Belum juga bang karena mereka urusnya ke Kandir dan belum ada tembusan bahwa diizinkan dari Kandir,” jelas Manajer MKS.

Sementara dari pihak PT Bank Mandiri belum bisa dikonfirmasi.

Kemudian masuk lagi investor Hutan Tanaman Industri, yaitu PT. Mayawana Persada. Terkait hal tersebut, Kades Kampar Sebomban di beberapa kesempatan mengatakan, pembayaran tali asih sudah sesuai prosedur.

Dilansir dari Media Amunisi news pada tanggal 12 Desember 2021, Kepala Desa Kampar Sebomban mengatakan, bahwa pembayaran tali asih ada tiga kategori nilai pembayaran, yaitu, ada yang Rp. 1,5 juta/ hektar, Rp. 800.000/hektar, dan Rp. 300.000/hektar.

Saat mediasi lahan masyarakat Dusun Selimbung dan Dusun Lelayang

Mengacu pada berita acara di Dusun Mentawa Biring, tanggal 07 Februari tahun 2021, poin ke-3 (tiga) realisasi tali asih hanya Rp. 300.000/hektar.

Kemudian berita acara sosialisasi di Dusun Lembawang tanggal 01 Juni, poin ke-6 (enam) juga mengatakan Rp. 300.000/hektar.

Menjadi pertanyaan, dari mana asal uang untuk pembayaran tali asih lahan yang dikategorikan Rp. 1,5 Jt/hektar dan kategori Rp. 800.000/hektar, sementara di dalam dokumen tersebut hanya “Satu Harga, Rp. 300.000/hektar” ..???

Masih dalam dokumen berita acara di Dusun Mentawa Biring, disana disampaikan bahwa penyerahan melalui Kepala Dusun.

Namun pada beberapa kesempatan, Markus Roni, S.H, selaku Assisten SSL dan juga petugas yang ditunjuk oleh Kepala Desa Kampar Sebomban untuk mengurus pembebasan lahan PT. Mayawana Persada, sesuai surat Kepala Desa nomor 140/68/PEM, mengatakan, tali asih melalui Kepala Desa Kampar Sebomban, bukan melalui Kepala Dusun Mentawa Biring.

SK penunjukan Kades Kampar Sebomban untuk Markus Roni, S.H

Pada tanggal 27 Januari 2022, pada saat mediasi lahan masyarakat Dusun Lelayang dan Dusun Selimbong yang digusur paksa tanpa pembayaran, Ketua DAD Kecamatan Simpang Hulu, Vincen, mengatakan, apa yang terjadi tidak sesuai SOP.

“Permasalahan yang terjadi di lapangan saat ini, karena tidak sesuai SOP PT. Mayawana Persada, pernah disampaikan di Hotel Ibis Pontianak, yang pada saat itu dihadiri oleh Camat Simpang Dua, Polsek Simpang Dua, dan lainnya,” ucap Vincen.

Dari fakta yang terurai, diduga Kepala Desa Kampar Sebomban melakukan pembohongan publik sehingga memicu terjadinya konflik, karena ada kesenjangan dalam realisasi pembayaran tali asih kepada warga.

Oleh sebab itu, Masyarakat Adat di dua Kecamatan berharap ada penyelesaian yang baik dengan arif dan bijak yang mengedepankan azas keadilan dan rasa kemanusiaan.

“Kami selaku masyarakat adat yang bergantung pada pertanian untuk memenuhi kebutuhan hidup, berharap Pemerintah harus turun untuk mencarikan solusi, agar ada penyelesaian yang baik dan bijak tanpa menghilangkan rasa keadilan dan kemanusiaan. Kami ini orang kecil, orang miskin, apakah kami tidak berhak untuk mendapat kehidupan yang layak seperti orang orang di luar sana,” ucap warga Selimbung. Minggu (30/01/2022).

Berita Acara Solisasilasi PT Mayawana Persada di Dusun Mentawa Biring, Desa Kampar Sebomban.

Hingga berita ini ditayangkan, keterangan dari Kades Kampar Sebombon maupun pihak terkait lainnya belum diperoleh.  (Ton/Vr).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

1 komentar

News Feed