oleh

Ketua KNTI Syukur Hariyanto : Ada sekitar 20 Kapal Pukat Harimau yang Sudah Terindentifikasi

 

Ket :  photo ilustrasi

Bintan-BeritaInvestigaso.Com, Berdasarkan laporan para nelayan ada sekitar 20 Kapal pukat harimau (trawl) yang beroprasi di perairan Pulau Numbing, Bintan, dan Pulau Gentar.

Ketua Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI)  Bintan Syukur Hariyanto mengatakan berdasarkan laporan para nelayan tradisional dan  sering menemukan kapal pukat harimau yang selalu melakukan aktifitas di perairan numbing dan perairan pelau gentar. Dirinya mengatakan aktivitas nelayan tersebut menggunakan Kapal  pukat harimau, pastinya sangat meresahkan nelayan tradisional di daerah setempat, apa lagi jumlahnya tidak sedikit.

“Pukat harimau tidak hanya merusak terumbu karang melainkan juga mengancam kepunahan ekosistem ikan,” Ujar Hariyanto.

Dirinya mengatakan Ada sebanyak 20 kapal pukat harimau yang sudah teridentifikasi berdasarkan laporan nelayan rata-rata kapal tersebut memiliki kapasitas 10-12 GT dengan ukuran panjang sekitar 20 meter. Kapal itu dapat menampung beban sekitar 10 ton.

“Kapalnya cukup besar, dengan intensitas kerusakan ekosistem di laut cukup tinggi jika tidak segera dihentikan,” Tambahnya

Ia mengatakan aktivitas kapal pukat harimau itu secara terselubung, bahkan pemilik kapal pukat harimau itu membuat seolah-olah kapal tersebut hanya memiliki jaring biasa dan bubuh.

Bagi nelayan tradisional tidak sulit mengidentifikasi kapal pukat harimau, kalau kita lihat sekilas seperti kapal biasa, tampak jaring dan bubuh.

“Permasalahan aktivitas pukat harimau tersebut sudah disampaikan kepada berbagai instansi yang berwenang.” tukasnya.

Para Nelayan berharap permasalahan ini segera diselesaikan untuk kepentingan nelayan tradisional Bintan,” Ujarnya. (Ita)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed