Konflik Hukum dan Dugaan Kerugian Negara Melingkupi PT Kemayan Bintan di Tanjungpinang

Kepri, Tanjungpinang387 Dilihat

Tanjungpinang, Kepri- Beritainvestigasi.com PT Terira Pratiwi Development (TPD), yang memiliki Hak Guna Bangunan (HGB) seluas 2.713 hektar di kawasan Dompak, Tanjungpinang, kini telah berganti nama menjadi PT Kemayan Bintan (KB) dengan kepemilikan tetap oleh Suban Hartono. Ketua Lembaga Komando Pemberantasan Korupsi (L-KPK) Kepri, Kennedy Sihombing pada Selasa (9/7/24) mengungkapkan bahwa Suban awalnya merencanakan untuk membangun Kota Satelit di Dompak.

Pada tahun 1991, PT TPD mengukur tanah tanpa didampingi Badan Pertanahan Nasional (BPN). Pada Mei 1995, diterbitkan lima sertifikat HGB yang ditambah dengan lahan masyarakat yang diambil, total luas menjadi 13.091.800 m². Hanya sekitar 25 persen ganti rugi diberikan kepada warga, dan 60 persen dari area tersebut merupakan hutan mangrove dan hutan lindung.

“Saat pengukuran tidak melibatkan BPN, terjadi konflik dengan masyarakat, dan tidak ada pembangunan yang dilakukan. Ini melanggar undang-undang dan berpotensi merugikan negara dalam jumlah besar,” ujar Kennedy.

Pada November 1996, terjadi transaksi jual beli yang mengubah nama PT TPD menjadi PT KB. Perubahan ini tidak sesuai dengan akta pendirian awal. Selain itu, perusahaan tidak pernah menunjukkan bukti surat asli kepemilikan HGB.

Salah satu sertifikat HGB, nomor 00871, terbukti fiktif dalam perkara perdata nomor 64/PDTG/2010/PN.TPI. Rencana pembangunan yang dijanjikan, seperti jasa rekreasi, perumahan, dan lainnya, tidak pernah direalisasikan, menyebabkan kerugian negara yang signifikan dari segi pajak.

“Untuk itu kami minta BPN dan instansi terkait dapat melihat perkara ini dengan kaca mata perundang-undangan yang berlaku. Kepemilikan PT KB telah cacat hukum, melanggar prosedur dan tidak melakukan isi perjanjian penggunaan lahan. Bahkan berpotensi sudah merugikan negara dari perpajakan. Bertahun-tahun lahan yang memiliki luas ribuan hektar tidak dimanfaatkan menjadi tanah terlantar,” tutup Kennedy.
Sampai berita ini diterbitkan, pemilik dan pengurus PT TPD dan PT KB belum dapat dikonfirmasi. (A.Ridwan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *