Ketapang, Kalbar- Beritainvestigasi.com. Seorang pemancing bernama Uti M. Zulkarnaen(30) warga Jalan Ketapang Sukadana RT 01 Desa Suka Maju, Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang hampir saja tenggelam dan hanyut terbawa arus di laut. Kejadian pada hari Kamis (18/09/2025) sore.
Beruntung korban masih bisa diselamatkan oleh gabungan Tim SAR dari Basarnas dan Satpolairud Polres Ketapang.
Kronologis
Korban berangkat mancing sekitar Jam 11.00 wib dari daerah Sungai Awan Kanan Kecamatan Muara Pawan Kabupaten Ketapang menuju muara laut sekitar daerah tersebut berjarak sekitar dua kilo meter tepi pantai, sekitar pukul 15.20 Wib Korban hendak pulang kerumahnya, namun tiba-tiba mesin perahu nya macet.
Menurut keterangan salah seorang Anggota Polairud, awalnya perahu yang menggunakan mesin jenis kato tersebut hidup, kemudian diperjalanan mesin kato 7,5 HP tersebut mengalami kendala sehingga tidak bisa dihidupkan.
“Setalah sekian lama korban memperbaiki mesin tersebut, namun mesin nya tidak juga bisa dihidupkan. Akhirnya korban mencari inisiatif lain, yakni menghubungi Basarnas Ketapang yang didapat korban nomor panggilan nya dari pencarian google, setelah terhubung kemudian korban langsung mengirimkan share lokasi via WhatsApp ke kontak Basarnas Ketapang,”tutur Anggota Polairud.
Mendapat informasi tersebut, Tim SAR gabungan Satpolairud Polres Ketapang bersama Basarnas Ketapang sekitar pukul 16.30 wib berangkat menuju lokasi korban. Sekitar pukul 17.00 wib Tim SAR Gabungan menemukan lokasi korban yang sudah mulai hanyut ke tengah laut.
Korban kemudian berhasil ditemukan dan dievakuasi beserta motor air nya ke Mako Basarnas Ketapang sekitar pukul 19.30 wib.
Atas pertolongan terhadap dirinya korban mengucap rasa syukur dan berterimakasih kepada Tim SAR gabungan Basarnas dan Satpolairud Ketapang.
Korban menuturkan, jika dia tidak bisa menghubungi Tim SAR saat itu, mungkin dia akan terombang ambing di laut yang bisa menyebabkan motor kato atau motor air yang dibawanya tenggelam, karena berukuran kecil dan cuaca di laut saat itu mulai bergelombang tinggi, ditambah lagi korban tidak ada membawa pelampung, sehingga potensi untuk selamat sangat tipis sekali.
“Saya sangat bersyukur kepada Tuhan yang maha kuasa Allah Subhanahu wataalla, atas segala Rahmat pertolongan yang telah diberikan, sehingga HP saya masih ada sinyal untuk menghubungi pihak keluarga dan menghubungi Basarnas serta mengirimkan share lokasi tersebut, “ucap Uti.
Pesan Moral dari Satpolairud
Atas kejadian tersebut Polisi Perairan yang saat itu ikut melaksanakan evakuasi terhadap korban memberi sedikit pemahaman terhadap korban, agar tidak mengabaikan alat keselamatan saat beraktivitas di air, baik di sungai atau di laut, yakni pelampung yang menempel di badan, karena ketika tidak ada pelampung dan tercebur ke laut atau kesungai maka peluang hidup bisa dikatakan tipis, tetapi ketika menggunakan pelampung banyak positip nya,bsetidaknya ketika kita pingsan atau tertidur di air dengan menggunakan pelampung, tubuh kita tetap berada di permukaan air.
Tetapi sebaliknya jika kita sudah kecapean berenang atau kaki kita keram dalam air, otomatis kita akan langsung tenggelam dan mayat kita susah untuk diketemukan, namun jika kita meninggal kalau sudah pakai pelampung tentunya mayat kita tetap akan mudah diketemukan karna masih mengambang di permukaan air.
Muibah tidak memandang seberapa hebat korban bisa berenang atau bertahan hidup tapi ingatlah alat keselamatan adalah prioritas utama saat beraktivitas di perairan.
Jangan memaksakan diri membawa kendaraan air yang memang bukan sepatutnya dijalankan kelaut karna musibah tidak ada dalam kalender nasional.
Verry















